PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA AKADEMIK (Studi Pada Akuntan Pendidik di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)

FIKI PAMELASARI

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian empiris pada Lembaga Pendidikan Tinggi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan judul: ?Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja Akademik (Studi pada Akuntan Pendidik di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh motivasi terhadap produktivitas kerja dan hubungan antara motivasi dengan produktivitas kerja.
Dalam penelitian ini, penulis mengambil hipotesis yaitu bahwa ada pengaruh yang signifikan antara motivasi yang terdiri dari insentif, pengembangan karier dan lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja akademik akuntan pendidik di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Alat analisis digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara motivasi dengan produktivitas kerja akademik. Dari hasil analisis tersebut, sesuai dengan model penelitian. Dengan demikian hipotesis yang diajukan terbukti dan sekaligus menjawab rumusan masalah yang merumuskan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah faktor motivasi insentif.
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.Secara umum variabel motivasi (insentif, lingkungan kerja dan pengembangan karier) berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja akademik pada akuntan pendidik di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
2.Hasil uji F (ANOVA) diketahui bahwa nilai Fhitung signifikan sebesar 5.193 dan Ftabel sebesar 2.92 (Fhitung > Ftabel). Hal tersebut menunjukkkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima (terbukti), yaitu secara serempak variabel motivasi yang terdiri dari insentif, lingkungan kerja dan pengembangan karier berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat produktivitas kerja akademik. Dengan mengacu pada angka R (koefisien korelasi) sebesar 0.591 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara produktivitas kerja akademik dengan motivasi (insentif, lingkungan kerja dan pengembangan karier) adalah sebesar 59.1% dan hubungan antara kedua variabel kuat, karena lebih dari 0.5.
3.Selanjutnya, angka R Square (R2) atau koefisien determinasi adalah sebesar 0.349, artinya produktivitas kerja akademik dapat dijelaskan oleh variasi dari variabel independen (insentif, lingkungan kerja dan pengembangan karier) sebesar 34.9%. sisanya sebesar 65.1%, variasi variabel Y dipengaruhi oleh variabel lain yang berada di luar persamaan (model). Demikian pula dengan Standard Error of the Estimate (SEE) adalah sebesar 24.931 point yang menunjukkan bahwa semakin kecil SEE akan membuat model regresi semakin tepat dalam memprediksi variabel terikat.
4.Berdasarkan hasil uji statistik (uji t) diketahui nilai Sig. t variabel insentif (X1) mempunyai angka signifikansi 0.051 yang lebih kecil dari α (0.05) atau nilai t hitung 2.034 lebih besar dari t tabel (1.684). Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel X1 (insentif) berpengaruh signifikan terhadap variabel Y.
5.Selanjutnya, variabel lingkungan kerja (X2) mempunyai angka signifikansi 0.679 yang lebih besar dari α (0.05) atau nilai t hitung (0.418) lebih kecil dari t tabel (1.684) sehingga dikatakan bahwa tidak ada pengaruh dan tidak ada signifikansi antara variabel lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja akademik. Demikian pula dengan variabel pengembangan karier (X3) mempunyai angka signifikansi 0.169 yang lebih besar dari α (0.05) atau nilai t hitung (1.409) yang lebih kecil dari t tabel (1.684) sehingga dikatakan tidak ada pengaruh dan tidak ada signifikansi antara variabel pengembangan karier terhadap produktivitas kerja akademik.
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis dapat mengimplikasikan sebaiknya Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melihat kenyataan bahwa motivasi (insentif) merupakan variabel yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap produktivitas kerja akademik akuntan pendidik, maka dapat diberikan rekomendasi agar dalam proses meningkatkan kualitas sumber daya akuntan pendidik khususnya dan dosen pada umumnya memperhatikan usaha peningkatan insentif yang memadai. Karena hal tersebut dapat menimbulkan konsentrasi kerja dan kemampuan yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas kerja. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan memperhatikan sistem kompensasi bagi akuntan pendidik di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sebagai imbalan jasa yang diberikan kepada organisasi, sesuai prinsip kompensasi yaitu, adil dan layak. Adil diartikan sesuai dengan fungsi, tugas, jabatan dan prestasi kerja sedangkan layak diartikan dapat memenuhi kebutuhan primer, mempunyai dasar yang rasional dan tidak mengabaikan faktor emosional dan perikemanusiaan.

 

Keyword : MOTIVASI; PRODUKTIVITAS KERJA

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/90/jiptummpp-gdl-s1-2005-fikipamela-4474-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


MOTIVASI; PRODUKTIVITAS KERJA