ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PROSEDUR PENGELOLAAN PERSEDIAAN OBAT ( Studi kasus pada Instalasi Farmasi RSD Kab. Malang )

Ambika Chandra Wardhani

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit Daerah Kabupaten Malang yang bertempat di Jalan Panggung Rejo No.01 Kepanjen dengan judul ?ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PROSEDUR PENGELOLAAN PERSEDIAAN OBAT?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengendalian intern terhadap prosedur pengelolaan persediaan obat yang diterapkan pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit Daerah Kabupaten Malang.
Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan adalah metode analisis diskriptif pada pendekatan kualitatif, dengan tahapan analisis sebagai berikut; Pertama, menganalisa struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab dan wewenang yang ada di Instalasi Farmasi tersebut. Kedua, menganalisa bagaimana sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup (berdasarkan prosedur pembelian, penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, pencatatan, dan pengontrolan). Ketiga, menganalisis praktek yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi. Keempat, menganalisis karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya.
Hasil dari analisisyang telah dilakukan menyatakan bahwa Sistem Pengendalian Intern yang diterapkan diInstalasi Farmasi Rumah Sakit Daerah Kabupaten Malang belum baik. Hal ini dapat dilihat dari masih terdapat perangkapan jabatan pada bagian penerimaan dan bagian penyimpanan barang (bagian gudang), serta bagian pembelian dan otorisasi tanda tangan yang dilakukan oleh satu orang. Permintaan yang hanya bersumber pada informasi petugas gudang. Kemudian RSD masih belum membentuk secara khusus team sebagai Pengendalian Intern untuk pemeriksaan mendadak terhadap catatan persediaan sehingga memperkecil adanya penyelewengan yang ada dalam Rumah Sakit tersebut, banyaknya tanggung jawab yang dibebankan pada kepala instalasi farmasi dan kurangnya bukti-bukti, baik yang berupa formulir-formulir/ faktur-faktur yang digunakan sebagai arsip serta tidak adanya SPPH.
Berdasarkan hasil analisa diatas, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan maka penulis menyarankan sebaiknya Instalasi Farmasi Rumah Sakit Daerah Kabupaten Malang membuat struktur organisasi yang dapat memisahkan wewenang dan tanggung jawab agar tidak terjadi perangkapan fungsi dalam satu departemen, otorisasi pembelian dilakukan oleh orang yang berlainan, permintaan pembelian selain bersumber pada informasi petugas gudang harus didukung dengan formulir bukti permintaan dan pengeluaran barang. Instalasi Farmasi seharusnya membentuk suatu team sebagai Pengendalian Intern yang melakukan pemeriksaan mendadak terhadap terhadap catatan dan persediaan obat untuk meminimalisir adanya resiko penyelewengan. Adanya pembagian tugas yang dibebankan kepada Kepala Instalasi Farmasi, menambah beberapa rangkap formulir dan membuat SPPH yang ditujukan untuk supplier guna mendapatkan potongan harga.

 

Keyword : PENGENDALIAN INTERN; PENGELOLAAN PERSEDIAAN OBAT

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/98/jiptummpp-gdl-s1-2005-ambikachan-4886-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


PENGENDALIAN INTERN; PENGELOLAAN PERSEDIAAN OBAT