PERENCANAAN PAJAK PENGHASILAN SEBAGAI UPAYA PENGHEMATAN PAJAK PENGHASILAN (STUDI KASUS PADA PT. PERDANA PUTRA MALANG)

Rizfan Rizfan

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus pada PT. Perdana Putra Malang dengan judul Perencanaan Pajak Penghasilan Sebagai Upaya Penghematan Pajak Penghasilan pada PT. Perdana Putra Malang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pajak terutang yang ditanggung oleh perusahaan sebelum dan sesudah melakukan perencanaan pajak penghasilan, serta membuat perencanaan pajak penghasilan berdasarkan ketentuan Undang-undang Perpajakan yang berlaku.
Dalam penelitian ini, data yang diperlukan adalah data laporan keuangan perusahaan yang diantaranya adalah laporan laba rugi dan laporan neraca. Alat analisis yang digunakan antara lain; i. Melakukan rekonsiliasi laporan laba rugi, ii. Menghitung besarnya pajak yang terutang, iii. Melakukan tahap-tahap perencanaan pajak untuk menghemat pajak, iv. Menyusun laporan laba rugi setelah perencanaan pajak, v. Membandingkan besarnya penghematan pajak sebelum dan sesudah melakukan perencanaan pajak.
Dari hasil analisa diatas, besarnya laba bersih sebelum pajak perusahaan tahun 2003 mengalami perubahan secara komersial Rp. 3.025.385.533,40 menjadi Rp. 3.206.324.328,63 setelah adanya koreksi fiskal dan menjadi Rp. 2.971.972.318,43 setelah dilakukan perencanaan pajak, sedangkan laba bersih sebelum pajak perusahaan tahun 2004 mengalami perubahan secara komersial Rp. 2.689.221.198,69 menjadi Rp. 3.356.622.837,43 setelah adanya koreksi fiskal dan menjadi Rp. 3.010.682.918,06 setelah dilakukan perencanaan pajak. Tentu saja hal ini mempengaruhi besarnya pajak yang terutang, pada tahun 2003 secara komersial Rp. 890.115.660,02 dan secara fiskal sebesar Rp. 944.397.298,60 menjadi Rp. 874.091.695,50 setelah perencanaan pajak, sedangkan pada tahun 2004 pajak yang terutang secara komersial sebesar Rp. 789.266.359,38 dan secara fiskal sebesar Rp. 989.486.851,23 menjadi Rp. 885.704.875,42. Dengan demikian perusahaan telah melakukan penghematan pajak pada tahun 2003 sebesar Rp. 70.305.603,10 dan pada tahun 2004 sebesar Rp. 103.781.975,81. Penghematan pajak ini merupakan penghasilan bagi perusahaan yang tidak dikenakan pajak, karena hasil ini merupakan proses perhitungan penghasilan setelah dikenakan pajak.
Berdasarkan kesimpulan data diatas, penulis mengimplikasikan bahwa perencanaan pajak dapat dihitung melalui biaya-biaya yang ada pada laporan keuangan perusahaan dengan melakukan koreksi fiskal terhadap biaya-biaya yang dalam perpajakan tidak boleh dikurangkan terhadap Penghasilan Kena Pajak (PKP). Sehingga dengan adanya perencanaan pajak akan dapat meminimalkan besarnya pajak yang terutang yang harus dibayar perusahaan atau dengan kata lain bahwa perusahaan telah melakukan penghematan pajak.

 

Keyword : Perencanaan Pajak dan Penghematan Pajak

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/98/jiptummpp-gdl-s1-2005-rizfan0062-4887-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Perencanaan Pajak dan Penghematan Pajak