ANALISIS PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN METODE DIRECT COST PRICING PADA PT. PG. RAJAWALI I UNIT KREBET BARU BULULAWANG MALANG

SILVIA FINDRIASARI

Abstract


Penelitian ini merupakan deskriptif analisis pada PT. PG. Krebet Baru Malang dengan judul :ANALISIS PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN DIRECT COST PRICING PADA PT. PG. RAJAWALI I UNIT KREBET BARU BULULAWANG MALANG?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penentuan harga jual yang diterapkan oleh perusahaan dan sejauh mana metode Direct Cost Pricing dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dalam penentuan harga jual produk pada PT. PG. RAJAWALI I UNIT KREBET BARU BULULAWANG MALANG.
Dalam penelitian ini, penulis menggolongkan biaya kedalam biaya harga produksi: biaya tetap, biaya variabel dan biaya semi variabel. Biaya-biaya semi variabel dipisahkan menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Pemisahan biaya ini menggunakan metode Kuadrat Terkecil, yaitu dengan rumus: Y = a + bx. Untuk menentukan nilai a dan b digunakan persamaan: b = (n∑XY - ∑X∑Y) : {n∑X? - (∑X?)}. a = (∑Y - b∑X) : n, dimana: a = biaya tetap, b = biaya variabel, Y = total biaya semi variabel, X = volume produksi dan n = banyaknya waktu data. Sedangkan untuk menentukan harga jual dengan pendekatan metode Direct Cost Pricing digunakan rumus: Harga Jual = (Biaya Produksi Variabel + Biaya Lain-lain Variabel) + (% Laba Yang Diinginkan + Dasar Penetapan Laba). Untuk mengetahui rasio margin kontribusi adalah dengan rumus: CMR = {(cx ? bx) : cx}x 100%, dimana: cx = hasil penjualan dan bx = biaya variabel.
Hasil perhitungan hasil penjualan berdasarkan harga jual hasil analisis untuk Gula (SHS) adalah Rp. 49.570.957.703,03 dan untuk Tetes adalah Rp. 22.525.938.284,20. Sedangkan hasil penjualan berdasarkan harga jual dari perusahaan untuk Gula (SHS) adalah Rp. 48.327.019.360,00 dan untuk Tetes Rp. 21.847.279.670,00. Untuk hasil perhitungan CMR berdasarkan tingkat harga jual hasil analisis untuk Gula (SHS) adalah 22,31% dan untuk Tetes adalah 34,76%. Sedangkan CMR berdasarkan tingkat harga jual dari perusahaan untuk Gula (SHS) adalah 20,31% dan Tetes adalah 32,73%. Dengan tingkat kenaikan CMR untuk Gula (SHS) 2,00% dan untuk Tetes adalah 2,03%.
Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa PT. PG. Krebet Baru Malang dapat menggunakan analisis ini dan sebaiknya pimpinan perusahaan seharusnya dapat menjaga agar biaya-biaya operasinya agar tidak naik dengan tajam, karena dengan kenaikan biaya operasi akan mengakibatkan tingkat keuntungan yang akan dicapai perusahaan semakin turun.

 

Keyword : ANALISIS; HARGA JUAL; DIRECT COST PRICING

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/103/jiptummpp-gdl-s1-2005-silviafind-5105-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


ANALISIS; HARGA JUAL; DIRECT COST PRICING