ANALISIS BREAK EVEN POINT DENGAN PENDEKATAN ACTIVITY BASED COSTING (ABC) SYSTEM PADA PT. SUMAR JATI LUHUR PRIMA NGANJUK

Indah Permatasari

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada perusahaan mebel dengan judul ?Analisis Break Even Point dengan Pendekatan Activity Based Costing (ABC) System pada PT. Sumar Jati Luhur Prima Nganjuk ?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui titik impas (break even point) yang dihasilkan dengan menggunakan pendekatan konvensional dan ABC System, serta menguji dan mengevalusi penerapan ABC System dalam penentuan BEP guna perencanaan laba jangka pendek yang optimal.
Dalam penelitian ini penulis membatasi permasalahan hanya pada perencanaan laba jangka pendek, yang dimaksud yaitu jangka waktu satu periode akuntansi yang diukur dari analisis Break Even Point dengan pendekatan Activity based Costing System pada PT. Sumar Jatuluhur Prima Nganjuk berdasarkan data tahun 2003.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis deskriptif, dengan cara memberikan gambaran atau penjelasan tentang titik impas (break even point) dengan menggunakan pendekatan konvensional dan ABC System. Adapun tahap-tahap dalam analisis deskriptif ini meliputi : mengklasifikasikan dan memisahkan antara biaya tetap, biaya variabel dan biaya semi variabel dengan menggunakan metode kuadrat terkecil, Menghitung titik impas (BEP) dalam rupiah dan unit, mengklasifikasikan aktivitas-aktivitas yang terjadi meliputi aktivitas berlevel unit, aktivitas berlevel batch, aktivitas berlevel produk, dan aktivitas berlevel fasilitas. Kemudian Menetapkan cost driver, cost pool yang homogen , pool rate untuk dibebankan ke masing-masing produk, kemudian menghitung titik impas dengan menggunakan metode Activity Based Costing System Langkah terakhir membandingkan hasil perhitungan Titik impas dengan pendekatan konvensional dan ABC System.
Hasil perhitungan yang diperoleh titik impas pada jenis produk meja kursi kayu dan tempat tidur, metode ABC System terlihat lebih besar dari metode konvensional yaitu sebesar Rp. 46.309.892,67 dan Rp. 249.490.034,51 atau 48 unit dan 347 unit. Sedangkan pada jenis produk meja kursi jok dan lemari, titik impas dengan menggunakan Metode ABC System lebih kecil nilainya dari metode konvensional. Terlihat selisih sebesar Rp. 79.948.439,74 dan Rp. 90.880.489,01 atau 70 unit dan 72 unit.
Dari hasil analisis terbukti bahwa hasil perhitungan titik impas yang akurat tidak berdasarkan nilai titik impas yang kecil ataupun yang besar, tetapi keakuratan data dan metode yang digunakan.
Berdasarkan kesimpulan di atas penulis dapat mengimplikasikan perusahaan hendaknya menerapkan perhitungan titik impas dengan pendekatan ABC system dengan terlebih dahulu mempertimbangkan tingkat pemahaman konsep ABC system oleh karyawan, penyediaan biaya, perhatian dan waktu.

 

Keyword : ANALISIS; ACTIVITY BASED COSTING (ABC)

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/103/jiptummpp-gdl-s1-2005-indahperma-5106-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


ANALISIS; ACTIVITY BASED COSTING (ABC)