PENERAPAN ANGGARAN FLEKSIBEL SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PT. KERTAS LECES (PERSERO) PROBOLINGGO

Siti Hodijah

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus pada PT. Kertas Leces (Persero) dengan juul ?Penerapan Anggaran Fleksibel Sebagai Alat Perencanaan dan Pengendalian Biaya Produksi Pada PT. Kertas Leces (Persero) Probolinggo?. Penelitian ini dilatar belakangi karena anggaran fleksibel yang diterapkan belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah mencoba untuk menyusun anggaran fleksibel sebagai alat perencanaan dan pengendalian biaya produksi.
Teknik analisa data yang digunakan yaitu teknik analisa data kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisa data kuantitatif meliputi pengidentifikasian biaya berdasarkan tingkah laku biaya, menyusun anggaran fleksibel pada kapasitas anggaran dan kapasitas aktual serta membandingkan anggaran statis, anggaran fleksibel dengan realisasinya. Teknik analisa data kualitatif yaitu menjelaskan dari hasil perhitungan.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa anggaran fleksibel sebagai alat perencanaan dan pengendalian biaya produksi belum sepenuhnya diterapkan, anggaran fleksibel hanya digunakan sebagai patokan dan tolok ukur apabila terjadi penyimpangan. Penyusunan anggaran fleksibel meliputi pengidentifikasian biaya berdasarkan tingkah laku biaya, menyusun anggaran fleksibel pada kapasitas anggaran dan aktual serta membandingkan anggaran statis, anggaran fleksibel dan realisasi anggaran pada tahun 2003. Pada tahun 2003 kapasaitas normal perusahaan adalah 180.000 ton (100%) dan kapasitas anggaran perusahaan adalah 135.800 ton (75%), sedangkan kapasitas aktual perusahaan hanya 133.500 ton (74%). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa perusahaan dalam mengendalikan biaya produksi cenderung tidak terkontrol.
Dari hasil perhitungan anggaran fleksibel dengan metode interpolasi dapat disimpulkan bahwa pada tingkat kapasitas yang sama menghasilkan selisih yang menguntungkan sebesar Rp 879.543.000, sedangkan pada anggaran statis juga diperoleh selisih yang menguntungkan sebesar Rp 3.562.258.000. Dari hasil perbandingan tersebut manajer menyangka sudah berhasil menghemat biaya, akan tetapi pada kenyataannya belum mencapai kapasitas biaya yang dianggarkan.
Berdasarkan perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan anggaran fleksibel perusahaan akan lebih mudah dalam mengendalikan biaya dibandingkan menggunakan anggaran statis. Dari perhitungan tersebut penulis juga dapat mengimplikasikan bahwa pada PT. Kertas Leces (Persero) Probolinggo sebaiknya menggunakan anggaran fleksibel. Dengan menggunakan anggaran fleksibel perusahaan dapat mengukur dan mengawasi biaya-biaya yang akan dikeluarkan pada setiap tingkat produksi.

 

Keyword : anggaran fleksibel; pengendalian biaya; perencanaan

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/103/jiptummpp-gdl-s1-2005-sitihodija-5108-PENDAHUL-N.PDF


Keywords


anggaran fleksibel; pengendalian biaya; perencanaan