ANALISIS KOMPARATIF PENYALURAN DANA ANTARA BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH PT. BUMI RINJANI DENGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT KONVENSIONAL PT. BUMI RINJANI

Ike Christanty

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang bersifat komparatif yaitu membandingkan antara dua sistem, dengan judul ?Analisis Komparatif Penyaluran Dana Antara Bank Perkreditan Rakyat Konvensional PT Bumi Rinjani dengan Bank Perkreditan Rakyat Syariah PT. Bumi Rinjani?.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penyaluran dana antara BPR Syariah PT. Bumi Rinjani dengan BPR Konvensional PT. Bumi Rinjani bila dilihat dari Loan to Deposit Rasio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Loan to Assets Ratio (LAR), dan untuk mengetahui seberapa besar penyaluran dana yang dilakukan serta untuk mengetahui apakah ada perbedaan dalam penyaluran dana antara Bank Perkreditan Rakyat Syariah dengan Konvensional.
Dalam penelitian ini peneliti mengambil Hipotesis yaitu H1 (Diduga terdapat perbedaan penyaluran dana antara BPR Konvensional dengan Syariah bila dilihat dari LDR), H2 (Diduga terdapat perbedaan penyaluran dana antara BPR Konvensional dengan Syariah bila dilihat dari NPL), H3 (Diduga terdapat perbedaan penyaluran dana antara BPR konvensional dengan Syariah bila dilihat dari LAR).
Alat analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik analisis rasio keuangan dengan menggunakan rasio Loan to Deposit Ratio, Non Performing Loan serta Loan to Assets Ratio. Sedangkan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan maka peneliti menggunakan teknik analisis uji beda dengan mengetahui apabila sig >0.05 maka data berdistribusi normal dan menggunakan independent sample t test dengan melihat t hitung > t tabel maka terdapat perbedaan.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa untuk BPR konvensional nilai LDR pada tahun 2002, 2003 dan 2004 adalah sebesar 148.36%, 148.61% dan 171.69%. Nilai NPL sebesar 4.18% pada tahun 2002, pada tahun 2003 sebesar 5.54% dan pada tahun 2004 sebesar 1.90% dan nilai LAR pada tahun 2002 sebesar 90.15%, pada tahun 2003 sebesar 70.10% dan pada tahun 2004 adalah 84.10%. Sedangkan untuk BPR Syariah nilai LDR pada tahun 2002, 2003 dan 2004 adalah sebesar 160.23%, 104.72% dan 93.23%, untuk nilai NPL pada tahun 2002 dan 2003 adalah 0 dan pada tahun 2004 sebesar 3.26%, sedangkan nilai LAR pada tahun 2002 sebesar 20.31%, tahun 2003 sebesar 66.85% dan pada tahun 2004 adalah 70.17%. Mayoritas dana yang disalurkan pada BPR konvensional adalah untuk kredit modal kerja, sedangkan untuk BPR syariah pada tahun 2002 adalah kredit modal kerja tetapi untuk tahun 2003 dan 2004 adalah untuk pembiayaan konsumtif. Untuk rasio LDR hipotesis ditolak karena tidak ada perbedaan sedangkan untuk rasio NPL dan LAR hipotesis diterima.
Berdasarkan kesimpulan diatas, peneliti menyarankan sebaiknya untuk masing-masing bank agar lebih meningkatkan penghimpunan dana dari tabungan dan deposito serta untuk meminimalkan NPL maka bank harus menaati semua prosedur dan persyaratan pemberian kredit atau pembiayaan.

 


Keyword : LDR; NPL; LAR

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/103/jiptummpp-gdl-s1-2005-ikechrista-5113-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


LDR; NPL; LAR