ANALISIS PERBANDINGAN KONTRIBUSI DAN PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN LUMAJANG SEBELUM DAN SESUDAH OTONOMI DAERAH

INNA DWI PUSPITASARI

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Lumajang dengan judul ?Analisis Perbandingan Kontribusi Dan Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten lumajang Sebelum Dan Sesudah Otonomi Daerah?.
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis retribusi yang ada di Kabupaten Lumajang dan untuk mengetahui kontribusi dan peningkatan PAD Kabupaten Lumajang sebelum dan sesudah otoda daerah.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui kemampuan pemerintah daerah dalam merealisasi komponen PAD yang direncanakan berdasarkan potensi riil daerah dengan rasio efektifitas, untuk mengetahui besarnya kontribusi komponen PAD terhadap Pendapatan Asli Daerah menggunakan rasio kontribusi, dan untuk mengukur seberapa besar kemampuan Pemerintah Daerah dalam mempertahankan dan meningkatkan keberhasilannya yang telah dicapai dari periode ke periode berikutnya menggunakan rasio pertumbuhan.
Hasil penelitian secara berurutan untuk rata-rata rasio efektivitas, rasio pertumbuhan, dan kontribusi menunjukkan pajak daerah sebelum otoda sebesar 113,53%; 15,71%; 25,99% dan sesudah otoda 114,77%; 17,17%; dan 25,75%. Untuk retribusi daerah sebelum otoda 100,74%; 31,75%; 49,22% dan sesudah otoda 100,6%; 26,62%; dan 52,28%. Laba perusahaan daerah sebelum otoda 90,74%; -2,62%; 1,46% dan sesudah otoda 96,64%; 24,73%; dan 1,93%. Untuk penerimaan lain-lain sebelum otoda 128,01%; 12,99%; 23,33% dan sesudah otoda 116,4%; -7,58%; 19,74%. Dari analisis ketiga rasio untuk rasio efektivitas menunjukkan pajak daerah, retribusi daerah, dan penerimaan lain-lain PAD yang sah sudah tergolong efektif. Sedangkan BUMD masih inefektif karena masih dalam proses pembekuan. Untuk rasio pertumbuhan yang mengalami kenaikan yaitu pajak daerah dan BUMD akibat inetensifikasinya pemungutan, untuk retribusi daerah dan penerimaan lain-lain PAD yang sah mengalami penurunan akibat sistemnya masih kurang memadai begitu SDM sebagai pengelola juga masih lemah akibatnya pemasukan menjadi belum optimal dan diikuti minimnya investasi baru. Dan untuk kontribusi rasio kontribusi, yang memberikan kontribusi paling tinggi sebelum dan sesudah otoda adalah retribusi daerah.
Selama periode sebelum dan sesudah otoda rata-rata realisasi atas target PAD sebelum otoda 105,37% dan sesudah otoda 107,29%, kenaikannya 1,92%. Untuk rata-rata pertumbuhannya sebelum otoda 9,37 dan sesudah otoda 15,71%; kenaikannya 6,34%. Dilihat dari prosentase kenaikan, nampaknya besarnya PAD masih jauh dari kebutuhan pembiayaan pembangunan. Walaupun Kabupaten Lumajang sudah melaksanakan otoda, tetapi tingkat ketergantungan terhadap instansi yang lebih tinggi ( propinsi atau pusat ) masih besar.
Berdasarkan kesimpulan diatas dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya dilakukan upaya-upaya peningkatan PAD melalui intensifikasi dan ekstensifikasi komponen PAD. Dengan begitu maka komponen PAD akan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar lagi terhadap PAD khusunya di daerah Kabupaten Lumajang dalam pelaksanaan otoda.

 

Keyword : Analisis; kontribusi; Peningkatan; Pendapatan Asli Daerah; otonomi Daerah

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/103/jiptummpp-gdl-s1-2005-innadwipus-5117-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Analisis; kontribusi; Peningkatan; Pendapatan Asli Daerah; otonomi Daerah