ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH MALANG RAYA PASCA OTONOMI DAERAH

Khusnul Khotimah

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada Pemerintah Malang Raya yang meliputi Kota Malang dan Kabupaten Malang dengan judul ? Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Pemerintah Malang Raya Pasca Otonomi Daerah ?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dan membandingakan kinerja Pemerintah di Malang Raya pasca otonomi daerah.Alat analisis yang digunakan untuk mengatahui kinerja keuangan Pemerintah di Malang Raya adalah dengan menggunakan analisis rasio keuangan daerah yaitu, Rasio Kemandirian, Rasio Aktivitas/ keserasian, Rasio Efektifitas dan Efisiensi, serta Rasio Pertumbuhan.
Hasil perhitungan rasio kemandirian untuk Kota Malang rata-rata pertahunnya 16,04%, sedangkan untuk kabupaten Malang rata-rata pertahunnya 6,60%. Rasio efektifitas untuk Kota Malang rata-rata pertahunnya cukup baik yaitu 10,87%, sedangkan untuk Kabupaten Malang rata-rata pertahun rasio efektifitasnya adalah 117,46%. Rasio efisiensi Kota Malang rata-rata pertahunnya adalah 3,77% untuk Kabupaten Malang rata-rata pertahunnya 3,99%. Rasio Aktivitas/keserasian untuk Kota Malang rata-rata pertahunnya 74,84% untuk Belanja Rutin dan rata-rata pertahunnya untuk Belanja Pembangunan 18,72%, untuk Kabupaten Malang besarnya rasio aktivitas untuk Belanja Rutin 69,54% rata-rata pertahunnya, sedangkan rata-rata pertahun untuk Balanja Pembangunan 22,49%. Rasio pertumbuhan PAD rata-rata pertahun Kota Malang adalah sebesar 23,89%, sedangkan Kabupaten Malang rata-rata pertahunnya 20,20%. Untuk rasio pertumbuhan pendapatan rata-rata pertahun untuk Kota Malang adalah 16,64% dan untuk Kabupaten Malang 10,29%.
Hasil perhitungan rasio diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat kemandirian keuangan untuk Kota Malang rendah yaitu 16,04%, sedangkan untuk Kabupaten Malang juga rendah 6,60%. Diantara kedua daerah tersebut yang memiliki tingkat kemandirian tinggi adalah Kota Malang Tingkat efektifitas Kota Malang cukup baik yaitu 109,87%, Kabupaten Malang juga efektif karena rasionya 117,46% sudah diatas standar 100%, untuk daerah yang memiliki rasio efektifitas paling baik adalah Kabupaten Malang. Rasio efisiensi Kota Malang sudah baik karena rasio tersebut rendah yaitu 3,77%, untuk Kabupaten Malang 3,99%. Untuk rasio aktivitas/keserasian Kota Malang 74,84% untuk Belanja Rutin dan 18, 73% untuk Belanja Pembangunan menandakan bahwa alokasi dana banyak untuk Belanja rutin. Untuk kabupaten Malang 69,54% untuk Belanja Rutin dan 22,49% untuk Belanja Pembangunan hal ini berarti alokasi dana masih cenderung untuk Belanja Rutin, Untuk rasio pertumbuhan Kota Malang cenderang menurun, untuk Kabupaten Malang juga mengalami penurunan.
Berdasarkan uraian diatas, penulis dapat menyarankan sebaiknya Pemerintah Malang Raya lebih untuk meningkatkan kinerjanya untuk mengurangi ketergantungan kepada pihak luar, mempertahankan efektifitas dan efisiensi keuangan, serta meningkatkan rasio pertumbuhan.

 

Keyword : ANALISIS; KEUANGAN PEMERINTAH

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/103/jiptummpp-gdl-s1-2005-khusnulkho-5119-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


ANALISIS; KEUANGAN PEMERINTAH