PENILAIAN KINERJA KEUANGAN DENGAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN MARKET VALUE ADDED (MVA) (Studi pada perusahaan rokok di Bursa Efek Jakarta)

SITI AISAH

Abstract


Penelitian ini merupakan studi deskriptif pada perusahaan rokok , yaitu pada PT. Gudang Garam dan PT. H.M.Sampoerna, dengan judul ?Penilaian Kinerja Keuangan dengan Metode Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA)?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penilaian kinerja keuangan dengan metode Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA).
Untuk mengetahui apakah perusahaan mampu menghasilkan nilai tambah ekonomis dan nilai tambah pasar. Jika nilai EVA positif maka perusahaan tersebut mampu menghasilkan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan. Sedangkan untuk menngetahui apakah perusahaan mampu menciptakan nilai pasar, perusahaan harus bisa menghasilkan nilai MVA yang positif.
Hasil perhitungan dengan metode EVA dan MVA dapat diketahui bahwasannya, PT.Gudang Garam dengan metode EVA mampu menghasilkan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan selama tiga tahun berturut-turut yaitu pada tahun 2001 sebesar Rp. 223.484.150.000, tahun 2002 sebesar Rp. 398.326.150.000 dan tahun 2003 sebesar Rp. 456.321.650.000. Sedangkan dengan metode MVA perusahaan juga bisa menghasilkan nilai tambah pasar selama tiga tahun berturut-turut, yaitu tahun 2001 sebesar Rp. 19.722.850.000.000, tahun 2002 sebesar Rp. 15.420.700.000.000 dan tahun 2003 sebesar Rp. 16.221.650.000.000.
PT.H.M.Sampoerna dengan metode EVA mampu menghasilkan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan selama tiga tahun berturut-turut yaitu pada tahun 2001 sebesar Rp. 1.365.143.150.000, tahun 2002 sebesar Rp. 756.842.150.000 dan tahun 2003 sebesar Rp. 489.845.650.000. Sedangkan dengan metode MVA perusahaan juga bisa menghasilkan nilai tambah pasar selama tiga tahun berturut-turut, yaitu tahun 2001 sebesar Rp. 54.035.625.000.000, tahun 2002 sebesar Rp. 11.038.125.000.000 dan tahun 2003 sebesar Rp. 10.290.000.000.000.
Dari hasil penilaian dengan metode EVA dan MVA tersebut dapat diketahui bahwasannya kedua perusahaan baik perusahaan Gudang Garam maupun H.M.Sampoerna mampu menghasilkan nilai tambah ekonomis dan nilai pasar perusahaan, sehingga perusahaan mampu memberikan dan menciptakan tingkat pengembalian yang maksimal kepada para penyandang dana.
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat mengimplikasikan sebaiknya perusahaan mempertimbangkan biaya modal dalam menilai kinerja keuangan perusahaan.

 

Keyword : ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN MARKET VALUE ADDED (MVA)

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/103/jiptummpp-gdl-s1-2005-sitiaisah0-5129-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN MARKET VALUE ADDED (MVA)