PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH PADA KABUPATEN BANJARNEGARA

Aisah Herawati Iskak

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada pemerintah kabupaten Banjarnegara dengan judul? Pengukuran Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Pada Kabupaten Banjarnegara?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan kinerja keuangan kabupaten Banjarnegara dan untuk mengetahui kinerja keuangan pemerintah kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini membahas laporan perhitungan APBD kabupaten Banjarnegara dari tahun 2000-2004. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui kinerja keuangan pemerintah Banjarnegara adalah dengan menggunakan analisis rasio keuangan yang bersumber dari APBD, yaitu; rasio kemandirian, rasio efektivitas dan efisiensi PAD, rasio aktivitas, debt service coverage ratio dan rasio pertumbuhan.
Hasil perhitungan rasio dari tahun 2000-2004 sebesar 9,14% dari rata-rata pertahun untuk rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas PAD sebesar 116,78% dari rata-rata pertahun dann rasio efisiensi sebesar 4,32% dari rata-rata pertahun, rasio aktivitas sebesar 50,74% dari rata-rata pertahun untuk belanja rutin dan 47,94% dari rata-rata pertahun untuk belanja pembangunan, Debt service coverage ratio sebesar 66.836,69% dari rata-rata pertahun dan rasio pertumbuhannya sebesar 29,79% dari rata-rata pertahun untuk PAD, 9% dari rata-rata pertahun untuk total pendapatan, 1,69% dari rata-rata pertahun untuk belanja rutin dan 86,40% dari rata-rata pertahun untuk belanja pembangunan.
Dari hasil perhitungan rasio kemandirian keuangan daerah jelek, karena rasio yang dicapai sangat kecil setiap tahunnya. Rasio efektivitas PAD sudah baik, karena rasio yang dicapai lebih dari 100% dan rasio efisiensi PAD sangat baik karena rasio yang dicapai kurang dari 100%. Rasio aktivitasnya kurang baik, karena rasio yang dicapai tidak naik terus bahkan cenderung turun. DSCR memenuhi syarat (lebih dari 2,5) ini berarti kabupaten Banjarnegara mempunyai kemampuan untuk melakukan pinjaman. Rasio pertumbuhan kurang baik karena rasio yang dicapai cenderung mengalami penurunan, ini berarti pemerintah tidak dapat mempertahankan hasil pembangunannya.
Berdasarkan uraian diatas, penulis dapat menyarankan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan PAD, potensi daerah dan menguragi ketergantungan terhadap pihak ekstern.

 

Keyword : Pengukuran Kinerja Keuangan

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/103/jiptummpp-gdl-s1-2005-aisahheraw-5138-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Pengukuran Kinerja Keuangan