PENGENDALIAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG DALAM PENINGKATAN EFISIENSI DI BAGIAN PRODUKSI PADA CV. PITHOE JAYA GRESIK

Rita Munita

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada CV. Pithoe Jaya Gresik dengan judul ?Pengendalian Biaya Tenaga Kerja Langsung dalam Peningkatan Efisiensi di Bagian Produksi pada CV. Pithoe Jaya Gresik ?.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis apakah pengendalian biaya tenaga kerja langsung di perusahaan sudah efisien serta mengidentifikasi upaya?upaya untuk meningkatkan efisiensi biaya tenaga kerja langsung di perusahaan.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui apakah pengendalian biaya tenaga kerja langsung di perusahaan sudah efisien adalah dengan penyusunan anggaran biaya tenaga kerja langsung kemudian dibandingkan dengan realisasinya sehingga dapat diketahui jumlah selisihnya. Sedangkan pengendalian jam tenaga kerja langsung dan tarif upah adalah dengan menganalisis biaya standar. Pengendalian jam tenaga kerja langsung menggunakan analisis varian efisiensi upah, yaitu jam kerja standar dikurangi jam kerja sesungguhnya dikalikan tarif upah standar. Untuk pengendalian tarif upah menggunakan analisis varian tarif upah, yaitu tarif upah standar dikurangi tarif upah sesungguhnya dikalikan jam kerja sesungguhnya. Apabila selisih menunjukkan angka positif berarti menguntungkan (Favorable), maka pengendaliannya sudah efektif. Sebaliknya apabila selisih menunjukkan angka negatif berarti tidak menguntungkan (Unfavorable), maka pengendaliannya belum efektif.
Dari hasil perbandingan antara anggaran dan realisasi biaya tenaga kerja langsung, diketahui bahwa telah terjadi penyimpangan yang tidak menguntungkan pada tahun 2002 sebesar Rp 27.355.962, tahun 2003 sebesar Rp 32.149.147, dan tahun 2004 sebesar Rp 44.080.274. Sedangkan dari hasil analisis biaya standar, diketahui bahwa pada biaya tenaga kerja langsung terjadi penyimpangan yang tidak menguntungkan. Selisih efisiensi upah pada tahun 2002 sebesar Rp 4.366.493, tahun 2003 sebesar Rp 5.293.424, dan tahun 2004 sebesar Rp 7.376.395. Sedangkan selisih tarif upah pada tahun 2002 sebesar Rp 24.524.207, tahun 2003 sebesar Rp 26.850.655, dan tahun 2004 sebesar Rp 37.071.002.
Dari analisis tersebut diperoleh jawaban bahwa pengendalian biaya tenaga kerja langsung di perusahaan kurang efisien, sehingga perlu dilakukan identifikasi upaya?upaya untuk meningkatkan efisiensi biaya tenaga kerja langsung di perusahaan. Pengendalian yang kurang efisien tersebut terjadi karena faktor manajemen, tenaga kerja langsung dan pengawasan.
Berdasarkan kesimpulan di atas, mengimplikasikan bahwa sebaiknya CV. Pithoe Jaya Gresik hendaknya menentukan tarif upah standar selisihnya tidak terlalu besar dengan UMR disertai dengan persetujuan pekerja, mengadakan studi waktu dan gerak, menegakkan disiplin kerja, pengawasan terhadap tenaga kerja langsung, memberikan training terhadap tenaga kerja khususnya tenaga teknisi, dan melakukan motifasi terhadap karyawan.

 

Keyword : Pengendalian; Biaya Tenaga Kerja Langsung; Peningkatan Efisiensi

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/103/jiptummpp-gdl-s1-2005-ritamunita-5148-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Pengendalian; Biaya Tenaga Kerja Langsung; Peningkatan Efisiensi