PENGARUH PENERAPAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN RI NOMOR: 564/KMK.03/2004 TANGGAL 29 NOVEMBER 2004 TERHADAP PAJAK PENGHASILAN BADAN (Studi Kasus pada CV. Karya Insan Cita)

Martina Martina

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada CV. Karya Insan Cipta ( KIC). Judul yang diambil oleh penulis adalah Pengaruh Penerapan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 564/KMK.03/2004 Tanggal 29 November 2004. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan Peraturan menteri keuangan tersebut terhadap tingkat tunjangan pajak atas Pajak Penghasilan Pasal 21 karyawan, dan untuk mengetahui tingkat Pajak Penghasilan badan usaha yang harus dibayar oleh perusahaan.
Langkah-langkah Analisa dilakukan adalah dengan melakukan analisa perlakua dan pencatatan atas Pajak penghasilan pasal 21 karyawan, perhitungan Pajak penghasilan pasal 21 karyawan dengan menggunakan PTKP lama dan PTKP baru, perhitungan tunjangan pajak, dan perhitungan laporan laba rugi setelah adanya perubahan PTKP. Hasil analisa dibandingkan untuk kemudian diambil kesimpulan.
Dari analisa untuk laporan laba rugi tahun 2004 yaitu sebelum adanya penyesuaian PTKP, diketahui bahwa pencatatan Pajak Penghasilan Pasal 21 karyawan diakui sebagai beban tunjangan pajak. Tunjangan ini dapat dibiayakan sebagai pengurang pendapatan kotor perusahaan baik dari segi komersial maupun segi fiskal. Sebelum perubahan PTKP, Pajak penghasilan pasal 21 karyawan adalah Rp. 8.424.603,- tunjangan pajak yang diberikan oleh perusahaan adalah Rp. 8.425.334,- dan Pajak Penghasilan Badan adalah Rp. 3.452.200,-
Setelah adanya perubahan PTKP, perhitungan dilaksanakan dengan menggunakan data perusahaan tahun 2004. Semua unsur diasumsikan sama kecuali PTKP yaitu Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk penghasilan karyawan, beban tunjangan pajak, laba sebelum pajak dan laba setelah pajak, serta Pajak Penghasilan Badan. Dari hasil perhitungan, Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk penghasilan karyawan adalah Rp. 4.098.705,- Tunjangan pajak adalah Rp. 4.099.020,- dan pajak Penghasilan Badan adalah Rp. 3.884.900,-
Kesimpulan yang diperoleh dari hasil perbandingan adalah adanya penghematan dari jumlah pajak yang harus dibayar oleh perusahaan setelah adanya perubahan PTKP. Tunjangan pajak mengalami penurunan sebesar Rp. 4.326.314,- atau sebesar 51,3% setelah adanya perubahan PTKP, Pajak penghasilan perusahaan mengalami peningkatan sebesar Rp. 432.700,- atau 12,5%. Setelah keduanya diperhitungkan, penghematan yang diperoleh perusahaan adalah sebesar Rp. 3.893.614,-

 

Keyword : PENGARUH; PP NO: 564/KMK.03/2004 TANGGAL 29 NOVEMBER 2004; PAJAK PENGHASILAN BADAN

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/104/jiptummpp-gdl-s1-2005-martina016-5180-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


PENGARUH; PP NO: 564/KMK.03/2004 TANGGAL 29 NOVEMBER 2004; PAJAK PENGHASILAN BADAN