ANALISIS PENGELOLAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU UNTUK MENDORONG EFISIENSI BIAYA DAN MENINGKATKAN LABA PADA PT. TIMUR SELATAN PARE KEDIRI

Ikhwan Mahmudi

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada perusahaan pengolah kayu dengan judul ?ANALISIS PENGELOLAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU UNTUK MENDORONG EFISIENSI BIAYA DAN MENINGKATKAN LABA PADA PT. TIMUR SELATAN PARE KEDIRI?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara yang efektif didalam pengelolaan persediaan bahan baku yang mampu mendorong penghematan berbagai sumberdaya yang ada serta pengaruh pemakaian metode Just In Time didalam pengelolaan persediaan terhadap efisiensi biaya dan peningkatan laba perusahaan.
Dalam penelitian ini penulis membatasi permasalahan hanya pada pengelolaan persediaan bahan baku tahun 2001, 2002 dan 2003 dengan asumsi bahwa pendekatan Just In Time dapat diterapkan pada perusahaan tanpa mempertimbangkan syarat-syarat penerapan Just In Time.
Alat analisis yang digunakan untuk pengelolaan persediaan bahan baku adalah penentuan saat pemesanan kembali (reorder point), estimasi rencana pembelian dengan rumus least Square, dan pendekatan sistem Just in Time yang meliputi menghitung keluaran masing-masing bahan baku per hari dan Menghitung waktu siklus pemesanan yang kemudian membandingkan antara metode Just In Time dengan metode yang digunakan perusahaan saat ini yaitu sistem pengendalian persediaan bahan baku moving avarage.
Hasil perhitungan yang diperoleh dengan menggunakan sistem moving avarage, biaya bahan baku yang dikeluarkan perusahaan sebesar Rp. 11,751,466,000 dengan perincian biaya pembelian sebesar Rp. 9,689,683,000, Biaya pemesanan sebesar Rp. 2,250,000 dan Biaya Penyimpanan sebesar Rp. Rp 2,059,533,000. Sedangkan berdasarkan metode Just in Time biaya bahan baku yang dikeluarkan perusahaan sebesar Rp. 7,772,066,420 dengan perincian biaya pembelian sebesar Rp. 7,052,150,000, Biaya pemesanan sebesar Rp. 2,188,920 dan Biaya Penyimpanan sebesar Rp. Rp 717,727,500.
Dari hasil analisis terbukti bahwa dengan menggunakan pendekatan Just in Time, perusahaan dapat menekan total biaya bahan baku sebesar Rp. 3.979.399.580 meskipun untuk itu waktu pemesanan akan meningkat karena metode ini menerapkan pembelian dalam jumlah kecil dengan frekuensi tinggi.
Berdasarkan kesimpulan di atas penulis dapat mengimplikasikan perlu adanya pengendalian bahan baku kayu guna menentukan safety stock (persediaan pengaman), tingkat reorder point (pemesanan kembali bahan baku), dan tingkat persediaan maksimal yang efektif dan efisien salah satunya dengan pendekatan Just inTime.

 

Keyword : ANALISIS; EFISIENSI BIAYA; LABA

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/104/jiptummpp-gdl-s1-2005-ikhwanmahm-5188-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


ANALISIS; EFISIENSI BIAYA; LABA