EVALUASI PERLAKUAN AKUNTANSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR CV. BUKIT BARISAN DRILLING CONTRACTOR MALANG

Dyah Maharani

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan mengambil lokasi penelitian pada perusahaan kontraktor CV. Bukit barisan Drilling Contractor Malang. Judul dari penelitian ini adalah ?Evaluasi Perlakuan Akuntansi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pengaruhnya Terhadap laporan Keuangan Pada Perusahaan Contraktor Malang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perlakuan akuntansi Pajak Pertambahan Nilai yang dilakukan oleh perusahaan kontraktor dan menginvestigasi perlakuan akuntansi Pajak Pertambahan Nilai yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku serta sejauh mana pengaruh Pajak Pertambahan Nilai terhadap kewajaran laporan keuangan.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisis yang bersifat kualitatif yaitu data yang berhubungan dengan keadaan perusahaan yang penulis teliti, maupun yang bersifat kuantitatif yaitu data yang berhubungan dengan aktifitas perusahaan dalam menjalankan usahanya, serta didukung dengan literatur-literatur yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas. Dalam penelitian ini penulis meneliti bagaimana perlakuan akuntansi Pajak Pertambahan Nilai dan apa pengaruhnya terhadap laporan keuangan.
Dari hasil penelitian yang penulis lakukan didapat bahwa Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas pertambahan nilai dari penyerahan barang atau jasa kena pajak. Sebagai perusahaan yang sebagian ordernya diperoleh dari pemerintah, maka pajak Pertambahan Nilai atas semua uang muka dan termin-termin yang diterima perusahaan dipotong secara langsung oleh Bendaharawan Pemerintah, pemotongan Pajak Pertambahan Nilai secara langsung oleh Bendaharawan Pemerintah akan mengakibatkan perhitungan keuangan untuk laporan keuangan periode yang bersangkutan menunjukkan jumlah yang tidak tepat., karena Pajak Pertambahan Nilai yang menjadi beban untuk satu periode akuntansi dihitung atas dasar jumlah yang diterima oleh bendaharawan proyek tanpamemperhitungkan proyek mana yang telah selesai lebih dahulu pengerjaannya. Dalam menghitung pajak terhutang menggunakan mekanisme kredit pajak yaitu mencatat PPN Masukan pada saat pembelian material dan mencatat PPN Keluaran pada saat perusahaan menerima pembayaran termin atau uang muka. Dengan adanya mekanisme kredit pajak dalam Pajak Pertambahan Nilai maka dalam pencatatan akuntansi PKP harus mencatat dalam rekening PPN Masukan dan PPn Keluaran. Hal ini dilakukan agar dalam pencatatan akuntansi atas transaksi yang terjadi dapat menggambarkan jumlah yang tepat sesungguhnya, sehingga antara perhitungan yang dicatat perusahaan (pencatatan akuntansi) dapat dijadikan sebagai informasi yang jelas besarnya PPN terhutang.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis simpulkan diatas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya perusahaan membuat perkiraan neracadengan nama Piutang PPN, untuk mencatat besarnya jumlah PPN yang lebih bayar sehingga pihak-pihak yang berkepentingan dapat dengan mudah mengetahui besarnya PPN yang dibayar. Perusahaan hendaknya membuat perkiraan keluaran atau hutang PPN untuk mencatatat jumlah PPN yang terhutang agar tidak terjadi kerancuan antara hutang PPN dengan hutang PPh. Perusahaan sebaiknya dalam pengakuan pendapatannya jangan berdasarkan penyelesaian proyek, tetapi berdasarkan uang muka dan termin yang telah diterima setelah dipotong PPN keluaran oleh KPN.

 

Keyword : EVALUASI; AKUNTANSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/109/jiptummpp-gdl-s1-2005-dyahmahara-5421-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


EVALUASI; AKUNTANSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI