ANALISIS INVESTASI AKTIVA TETAP ANTARA LEASING DENGAN PEMBIAYAAN KREDIT BANK

Anis Erawati

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perusahaan Rokok Sumber Djaya, Wajak, Malang dengan judul ?Analisis Investasi Aktiva Tetap Antara Leasing dengan Pembiayaan Kredit Bank?. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan alternative pembiayaan mana yang lebih menguntungkan dalam pengadaan aktiva tetap antara leasing dengan pembiayaan kredit bank yang akan diterapkan oleh Perusahaan Rokok Sumber Djaya.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analisis sebagai berikut: Analisis produktivitas usaha, yaitu untuk mengetahui seberapa jauh jumlah kapasitas perusahaan dapat memenuhi permintaan. Analisis ini terdiri dari analisis penggunaan kapasitas, analisis least square dan analisis selisih. Analisis yang kedua adalah dengan membandingkan antara proyeksi laba bersih dari kedua alternative serta membandingkan beban dari keua alternative. Analisis yang terakhir adalah analisis kelayakan investasi, yaitu dengan mengukur COC,CCOC, NPV, IRR dan NBCR.
Hasil evaluasi yang telah dilakukan penulis terhadap perusahaan adalah permintaan perusahaan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun, perusahaan belum bisa memenuhi permintaan tersebut karena terbatasnya kapasitas produksi saat ini. Hal ini sangat merugikan perusahaan apabila perusahaan tidak menambah kapasitas produksinya. Salah satu usaha adalah dengan melakukan pembelian mesin produksi. Untuk membiayai pengadaan mesin produksi rokok terdapat dua alternative pilihan yaitu dengan melakukan leasing dan pembiayaan kredit bank.
Dari hasil proyeksi laba/rugi tahun yang akan datang, laba diperoleh perusahaan untuk alternative leasing pada tahun pertama Rp.2.730.424.518 tahun kedua Rp.2.720.080.303 dan tahun ketiga Rp.2.720.271.679 sedangkan laba bersih alternative pembiayaan kredit bank untuk tahun pertama sebesar Rp.2,796,666,293 tahun kedua Rp.2,805,921,991 dan tahun ketiga Rp.2,828,188,216. Cash In Flow perusahaan untuk alternative leasing pada tahun pertama Rp. 2,848,861,018 tahun kedua Rp. 2,838,516,803 dan tahun ketiga Rp.2,838,708,179 sedangakan Cash In Flow untuk alternative pembiayaan kredit bank pada tahun pertama Rp3,015,102,793 tahun kedua Rp. 3,024,358,491 dan tahun ketiga Rp. 3,046,624,716. Analisis yang terakhir adalah analisis kelayakan dengan mengukur NPV leasing sebesar Rp. 2.880.656.355 dan kredit bank Rp. 3.327.361.303, IRR leasing 50,54%dan IRR kredit bank 56,01% PP leasing 16,77 bulan dan PP kredit bank 15,82 bulan serta NBCR leasing 172,42% dan kredit bank 183,65%
Berdasarkan analisis diatas, alternative pembiayaan yang paling menguntungkan adalah pembiayaan kredit bank untuk pengadaan mesin produksinya sehingga perusahaan dapat memenuhi permintaan pasar.

 

Keyword : ANALISIS INVESTASI; AKTIVA TETAP; LEASING


Keywords


ANALISIS INVESTASI; AKTIVA TETAP; LEASING