PENERAPAN BALANCE SCORECARD SEBAGAI TOLAK UKUR KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA DIVISI REGIONAL V JAWA TIMUR

Dina Aulia

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada PT Telekomunikasi Indonesia Divisi Regional V Jawa Timur dengan judul ?Penerapan Balance Scorecard sebagai tolok ukur kenerja Perusahaan pada PT Telekomunikasi Indonesia Divisi Regional V Jawa Timur.?
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja perusahaan jika diniali dengan menggunakan metode Balance Scorecard.
Adapun teknik yang digunakan untuk mengetahui bagaimana kinerja PT Telekomunikasi Indonesia Divisi Regional V Jawa Timur dengan menggunakan metode Balance scorecard, untuk perspektif proses belajar dan berkembang menggunakan Employee Productivity, Employee Turnover, Employee Training dan Absenteism., untuk perspektif proses belajar dan berkembang teknik analisis yang digunakan adalah Deffect Rate dan Quick to Respond, untuk perspektif pelanggan menggunakan ukuran Customer Retention, Number of New Customer, On Time Delivery dan Number of Complain, dan untuk perspektif keuangan menggunakan Return on Investment, Profit Margin dan Growth Rate Revenue, sedangkan Untuk mengetahui kondisi kinerja perusahaan dengan menggunakan metode Balance Scorecard ini maka penulis menggunakan Time Series Analysis, yaitu dengan membandingkan hasil analaisa present dan hasil analisa historical selama 4 (empat) periode, yaitu periode 2001 sampai dengan periode 2004.
Berdasarkan hasil perhitungan dengan Balance Scorecard, menunjukkan bahwa kinerja PT Telekomunikasi Indonesia Divisi Regional V Jawa Timur cukup baik, meskipun pada perspektif belajar dan tumbuh tahun perkembangannya menurun, dimana Employee Productivity untuk tahun 2001 mngalami penurunan 0,04%, sedangkan Employee training turun 0,1%. Untuk indikator absenteism penurunannya berpengaruh pada meningkatnya jumlah hari kerja yang masuk. Akan tetapi dari perspektif bisnis internal, perspektif pelanggan, dan perspektif keuangan sudah baik, hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya indikator yang digunakan dalam ketiga perspektif tersebut.
Dari hasil analisa pada masing-masing perspektif dalam metode Balance Scorecard tersebut cukup baik dan PT Telekomunikasi Indonesia Divisi Regional V Jawa Timur belum menerapkan Balance Scorecard dan berdasarkan data yang ada memungkinkan untuk diterapkannya metode Balance Sorecard dalam menilai kinerja perusahaan.
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya PT Telekomunikasi Indonesia Divisi Regional V Jawa Timur menggunakan Balance Scorecard dalam menilai kinerjanya, hal ini disebabkan dalam penilaian kinerja dengan metode Balance Scorecard tidak hanya melihat akhir saja tetapi juga proses dalam menghasilkan hasil akhir tersebut.

 

Keyword : BALANCE SCORECARD; KINERJA; TELEKOMUNIKASI


Keywords


BALANCE SCORECARD; KINERJA; TELEKOMUNIKASI