Penggunaan Economic Value Added dan Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Perbankkan Yang Go Publik di Bursa Efek Jakarta

Ari Wisada .P.M

Abstract


Penelitian ini dilakukan di Pojok BEJ Universitas Brawijaya Malang dengan judul ? Penggunaan Economic Value Added dan Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Perbankkan Yang Go Publik di Bursa Efek Jakarta ?.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan dari perusahaan Perbankan yang termasuk dalam 50 perusahaan dengan nilai kapitalisai pasar terbesar apabila diukur dengan metode EVA dan ROE serta mengetahui apakah kedua metode tersebut menghasilkan penilaian yang sama atau tidak.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan perusahaan tersebut adalah menggunakan analisis EVA dan analisis ROE. Secara simplek perhitungan EVA merupakan laba operasi setelah pajak dikurangi Biaya modal rata-rata tertimbang atau merupakan suatu konsep yang mempertimbangkan secara adil harapan para penyandang dana (kreditur atau Pemegang saham). Perhitungan biaya modal diperoleh dari perhitungan biaya modal hutang, biaya modal saham, struktur modal dan biaya modal rata-rata tertimbang. Tolak ukur untuk menentukan bahwa kinerja keuangan sehat atau baik adalah jika EVA>0. Sedangkan perhitungan ROE secara simplek merupakan laba bersih dibagi modal sendiri. Tolak ukur bahwa kinerja keuangan baik adalah jika ROE>standar minimum ROE yang ditetapkan Bank Indonesia.
Hasil Perhitungan dengan analisis EVA terhadap 10 perusahaan perbankkan dari tahun 2001 sampai 2003 menunjukkan 93,33 % perhitungan memperoleh nilai positif atau EVA>0, diantaranya pada bank BCA, BNI, Danamon, Permata, Pan, Buana, Niaga, Lippo dan NISP, sedangkan 6,67 % perhitungan memperoleh nilai negatif atau EVA<0 yaitu pada bank BII. Sedangkan hasil perhitungan ROE menunjukkan 76,67% perhitungan memperoleh hasil positif atau ROE> standar minimum ROE yang ditetapkan Bank Indonesia, diantaranya pada bank BCA, BNI, Danamon, Buana, Niaga, dan NISP. Sedangkan 23.33 % perhitungan memperoleh nilai negatif, seperti yang terjadi pada bank Permata, BII, Pan, dan Lippo.
Dari hasil analisis EVA dan ROE tersebut, sesuai tolak ukur yang digunakan maka kondisi kinerja keuangan perusahaan perbankkan di Indonesia khususnya bank-bank terkemuka seperti bank BCA, BNI, Danamon, Permata, Buana, Niaga, dan NISP sudah baik dan telah dapat memenuhi harapan para penyandang dana dengan baik meskipun terdapat beberapa Bank masih memiliki kinerja yang buruk pada tahun-tahun tertentu seperti yang terjadi pada bank BII, Permata, Pan, dan Lippo. Dari hasil perhitungan kedua metode tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan baik menurut EVA belum tentu baik pula menurut ROE demikian sebaliknya.
Berdasarkan kesimpulan diatas penulis dapat mengimplikasikan bahwa para investor hendaknya lebih memperhatikan dan mempertimbangkan dalam proses pengalokasian dana tidak hanya bagaimana kondisi kinerja keuangannya saja melainkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai bagi investor itu sendiri.

 

Keyword : Economic Value Added; Rasio Keuangan

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/72/jiptummpp-gdl-s1-2005-ariwisadap-3563-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Economic Value Added; Rasio Keuangan