PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI SEMEN PADA PT. SEMEN CIBINONG Tbk

Agustin Dwi Sukmawati

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah kemungkinan penerapan perhitungan harga pokok produk dengan menggunakan activity-based costing system di dalam suatu perusahaan serta untuk menjelaskan dan menilai kelebihan perhitungan tersebut dari sistem konvensinal yang digunakan oleh perusahaan. Activity-based costing merupakan salah satu metode penetapan harga pokok produk yang menelusuri biaya pada aktivitas kemudian membebankan biaya ke produk berdasarkan aktivitas yang dikonsumsi.
Perbedaan utama antara penentuan harga pokok produksi metode konvensional dengan activity-based costing terletak pada pembebanan biaya overhead pabrik dikartenakan biaya ini termasuk biaya tidak langsung di dalam membentuk produk sehingga menimbulkan masalah dalam pembebanannya. Hal ini menjadi semakin rumit jika perusahaan memproduksi lebih dari satu produk. Pada metode konvensional untuk produk yang bervolume tinggi akan dibebani biaya overhaed yang overcosted dan sebaliknya produk yang bervolume rendah akan dibebani overhead undercosted. Hal ini dikarenakan metode konvensional menggunakan cost driver berdasarkan unit di dalam menghitung besarnya biaya overhead padahal tidak semua biaya overhead dikonsumsi oleh produk sebanding dengan besarnya volume produksi. Activity-based costing system menawarkan beberapa kelebihan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari sistem konvensional di dalam penentuan biaya tidak langsung dimana dalam perhitungannya menggunakan beberapa cost driver yang tidak hanya berdasarkan unit.
Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa untuk semen type OWC yang volume produksinya lebih besar dihasilkan selisih biaya lebih sebesar 56.808.049.100 dan selisih HPP lebih sebesar 55.263.964.800 jika digunakan metode activity-based costing. Sedangkan untuk semen type Pozzolan yang volume produksinya lebih rendah dihasilkan selisih biaya kurang sebesar 569.272.800 dan selisih HPP kurang sebesar 566.410.000. Dari perbandingan tersebut dapat diketahui bahwa penentan harga pokok produk dengan metode activity-based costing dapat menghasilkan informasi biaya yang lebih akurat dengan menghilangkan distorsi yang ditimbulkan oleh sistem akuntansi biaya konvensional. Sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan dengan lebih baik di dalam menentukan harga pokok produknya.

 

Keyword : activity based costing; biaya tidak langsung; cost driver

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/49/jiptummpp-gdl-s1-2005-agustindwi-2425-Pendahul-n.pdf


Keywords


activity based costing; biaya tidak langsung; cost driver