EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH PEMERINTAH KOTA KEDIRI

Rini Setiyowati

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, pada Pemerintah Kota Kediri dengan judul ?Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Atas Akuntansi Keuangan Daerah Pemerintah Kota Kediri?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan sistem pengendalian intern pada akuntansi keuangan daerah, dan tingkat efektifitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah untuk belanja rutin.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui pelaksanaan sistem pengendalian intern adalah, dengan penjabaran secara deskriptif yang meliputi; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Sedangkan untuk mengetahui tingkat efektifitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah, mengunakan rasio efektifitas dan rasio efisiensi.
Hasil analisis dari penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengendalian intern di Pemkot Kediri sudah dilaksanakan, dengan mengacu pada unsur-unsur pengendalian intern. Unsur-unsur tersebut meliputi; adanya struktur organisasi yang memisahkan fungsi dan tanggung jawab secara tegas dari setiap bagian, adanya sistem wewenang dan prosedur pencatatan untuk belanja rutin, adanya pelaksanaan kerja yang sehat dalam melaksanakan tugasnya dan fungsi setiap unit organisasi, memiliki sumber daya manusia yang berkompeten dalam mendukung tugas-tugasnya. Untuk pengukuran tingkat efektifitas dan efisiensi, Pemkot Kediri mengunakan perencanaan anggaran sebagai standarisasi dalam penentuan rasio efektifitas dan efisiensi. Hasil perhitungan rasio efektifitas untuk belanja rutin tahun 2000 sebesar 107,90%; tahun 2001 sebesar 88,10%; tahun 2002 sebesar 93,17%; tahun 2003 sebesar 98,75%. Dari hasil analisis dapat dilihat, hanya pada tahun 2000 realisasi tidak efektif, karena telah melampaui target anggaran.
Hasil analisis rasio efisiensi, untuk tahun 2000 realisasi sebesar 71,29% dari perencanaan anggaran sebesar 62,23% mengindikasikan terjadi inefisiensi sebesar 9,06%. Pada tahun 2001 realisasi anggaran sudah efisien sebesar 0,8% dengan realisasi sebesar 79,05% dari perencanaan anggaran 79,13%, sedangkan tahun 2002 perhitungan rasio efisiensi memperlihatkan realisasi efisien sebesar 0,72% dengan hasil realisasi sebesar 67,47% dibandingkan dengan perencanaan anggaran yang sebesar 68,19%. Pada tahun 2003 terjadi inefisiensi sebesar 0,04% dengan realisasi 70,85% dari perencanaan 70,81%.
Berdasarkan gambaran diatas penulis berpendapat sebaiknya Pemerintah Kota Kediri menerapkan metode perataan laba (income smoothing), dengan tujuan mengurangi kemungkinan selisih yang tinggi antara realisasi dan anggaran, mengingat standarisasi untuk tingkat efektifitas dan efisiensi adalah perencanaan anggaran.

 

Keyword : Sistem Pengendalian Intern; Akuntansi Keuangan Daerah Belanja Rutin

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/66/jiptummpp-gdl-s1-2005-rinisetiyo-3292-Pendahul-n.pdf


Keywords


Sistem Pengendalian Intern; Akuntansi Keuangan Daerah Belanja Rutin