EVALUASI TERHADAP PEMAHAMAN MANAJER TERKAIT DENGAN ANGGARAN BERBASIS AKTIVITAS

Dwi Wahyu Santoso

Abstract



Manajer merupakan salah satu posisi penting dalam perusahaan. Hal tersebut karena manajer merupakan aktor yang tidak dapat dikesampingkan dalam setiap pengambilan keputusan. Karena pentingnya peran tersebut, maka manajer dituntut memiliki kemampuan handal untuk mengelola perusahaan. Kemampuan tersebut dibutuhkan mulai dari proses perencanaan (penganggaran), implementasi, hingga pengawasan.
Penelitian ini secara spesifik melakukan evaluasi terhadap pemahaman manajer terkait dengan anggaran berbasis aktivitas. Anggaran berbasis aktivitas adalah salah satu metode baru yang termasuk dalam rangkaian paradigma pengelolaan berbasis aktivitas (activity based management). Pengelolaan berbasis aktivitas adalah konsep manajemen modern yang telah diaplikasikan oleh banyak perusahaan besar di dunia. Konsep ini menempatkan aktivitas sebagai fokus utama, karena aktivitas adalah pengkonsumsi sumberdaya perusahaan. Kemampuan perusahaan untuk mengendalikan aktivitas, akan membantu menghindari pemborosan dalam pemakaian sumberdaya. Penghematan sumberdaya pada akhirnya dapat mengurangi biaya operasional (kos), dan sebaliknya meningkatkan pendapatan.
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode survey, dengan cara menyebar angket kepada responden. Data penelitian yang berupa jawaban responden, pertama-tama diukur menggunakan skala likert lima skor (untuk jenis pertanyaan tertutup). Data yang telah diskoring, selanjutnya dianalisis dengan statistik deskriptif. Pengolahan dengan statistik deskriptif dimaksudkan untuk menggambarkan dan menyajikan data secara ringkas dalam bentuk: jumlah jawaban, mean, range, ukuran maksimum dan minimum, serta standar deviasi. Analisis terhadap data yang berasal dari pertanyaan jenis terbuka dan semi terbuka dilaksanakan secara terpisah dengan metode tallying. Penggunaan metode tallying memungkinkan data yang tidak dapat diukur melalui skoring untuk dijumlahkan, sehingga diketahui besarnya frekwensi jawaban menurut klasifikasi tertentu.
Hasil analisis statistik diskriptif menunjukkan bahwa rata-rata jawaban responden adalah 4,18 yang berarti responden paham akan activity based budgeting. Analisis dengan metode tallying menunjukkan bahwa dari delapan item pertanyaan, enam diantaranya menghasilkan kesimpulan bahwa responden memiliki tingkat pemahaman activity based budgeting yang tinggi (baik). Hasil akhir dari analisis dua metode tersebut menunjukkan bahwa secara umum, responden (manajer) memiliki tingkat pemahaman yang baik akan activity based budgeting.

 

Keyword : activity based management; survey; angket; skala likert; statistic deskriptif; metode tallying; activity based budgeting

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/69/jiptummpp-gdl-s1-2005-dwiwahyusa-3428-1.+Penda-n.pdf


Keywords


activity based management; survey; angket; skala likert; statistic deskriptif; metode tallying; activity based budgeting