ANALISIS MODEL INDEKS TUNGGAL SEBAGAI ALAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERGOLONG DALAM SAHAM LQ-45

Ronni Amri Muzakki

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitaian deskriptif kuantitatif yang bertujuan menggambarkan masalah atau kondisi tanpa melakukan pengujian hipotesa. Penelitian dengan judul ?Analisis Model Indeks Tunggal Sebagai Alat Pengambilan Keputusan Investasi Saham Pada Perusahaan Yang Tergolong Dalam Saham LQ 45? dan termasuk penelitian yang mengkaji ulang fenomena yang diungkapkan peneliti terdahulu, dengan periode dan obyek penelitian yang berbeda yaitu saham LQ 45.
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode indeks tunggal (MIT) dan bertujuan untuk mengetahui saham-saham apa saja yang tergolong dalam saham portofolio yang optimal. Sehingga investor dapat menentukan kemana dan seberapa besar dana yang akan diinvestasikan.
Hasil dari penelelitian yang mengambil sampel sejumlah 23 saham yang tergolong dalam indeks LQ 45 tahun 2001-2003, didapat saham yang memiliki return ekspektasi tertinggi adalah saham Bimantara Citra sebesar 1.35586 dan return ekspektasi terendah dimiliki saham Multipolar sebesar -0.86568. Sedangkan risiko tertinggi ada pada Astra Otoparts sebesar 0.16070 dan risiko terendah ada pada saham Timah sebesar 0.07038.
Sedangkan saham perusahaan yang masuk dalam portofolio optimal model indeks tunggal, yaitu : Bimantara Citra (BMTR), Bank Central Asia (BBCA), PT. Astra Otoparts (AUTO), PT. Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Bank Pan Indonesia (PNBN), United Tractors (UNTR), PT. Semen Gresik (SMGR) dengan proporsi dana masing-masing 30.58%; 17.79%; 5.20%; 35.54%; 4.34%; 6.07% dan 0.44%.
Pada hasil penelitian selanjutnya juga diketahui return ekspektasi portofolio yang diperoleh sebesar 0.03041 dengan tingkat risiko portofolio saham sebesar 0.00548. Risiko dari portofolio ini ternyata jauh lebih rendah dibanding risiko saham secara individul, sedangkan return yang dihasilkan dari portofolio dapat menyeimbangkan return yang didapatkan dari masing-masing saham.
Dengan mengetahui hasil penelitian yang menggunakan perhitungan model indeks tunggal, maka investor dianjurkan untuk tetap melakuakan investasi terhadap saham-saham yang termasuk dalam portofolio optimal, karena peneltian mengasumsikan perekonomian dalam keadaan stabil. Sedangkan untuk saham yang tidak termasuk dalam perotofolio optimal dan memiliki nilai ERB negatif, sebaiknya investor melakukan investasi saham ke deposito. Ini dikarenakan tingkat keuntungan investasi deposito yang bersifat jangka pendek lebih menguntungkan dibandingkan investasi saham.

 

Keyword : model indeks tunggal; Saham LQ-45

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/70/jiptummpp-gdl-s1-2005-ronniamrim-3467-1.+PENDA-N.pdf


Keywords


model indeks tunggal; Saham LQ-45