ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DAN OPTIMALISASI PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN PATI

HARTO HARTO

Abstract


Penelitian ini dilakukan pada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten TK II Pati dengan judul: Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah dan Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Di Kabupaten Pati.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja keuangan daerah Kabupaten Pati dilihat dari tingkat kemandirian, efektivitas, keserasian, efisiensi, dan tingkat pertumbuhan, serta untuk mengetahui apakah upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Pati dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah.
Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan langkah - langkah sebagai berikut: (a). Memfokuskan data yang telah dikumpulkan menjadi suatu jumlah yang dapat dikelola (b). menghitung besarnya rasio kemandirian, rasio efektivitas, rasio efisiensi, rasio keserasian, rasio pertumbuhan (c). Membandingkan target dan realisasi PAD (d). membuat kesimpulan dari rasio berdasarkan kondisi dari tahun ke tahun.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Hasil perhitungan rasio kemandirian tahun anggaran 2000 sampai 2003 masing - masing sebesar 4,0%, 7,8%, 10,1%, 9,7% dan rata-ratanya setiap tahunnya 7,9%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat ketergantungan keuangan pemerintah daerah terhadap sumber dana ekstern cukup rendah. Rasio efektivitas antara tahun 1999 sampai dengan 2003 masing - masing sebesar 90,9%, 96,2%, 123,7%, 128,7%, 117,6%, dan 111,4 % rata-rata per tahunnya dan Rasio efisiensi antara tahun 2000 sampai dengan 2003 masing-masing sebesar 33%, 43%, 46%, 41%, dan rata-rata 40% per tahunnya sudah menunjukkan hasil yang efektif dan efisien. Rasio aktivitas /keserasian pada tahun anggaran 2000 sampai dengan 2003 untuk belanja pembangunan masing - masing sebesar 38,5%, 44,8%, 53,8%, 32,5%, dan untuk belanja rutin masing - masing sebesar 61,5%, 55,2%, 46,2%, 67,5%, dan 57,6% rata-rata setiap tahunnya dan yang diprioritaskan untuk belanja pembangunan. Rasio pertumbuhan antara tahun 2000 sampai dengan 2003 mengalami pertumbuhan positif. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan pemerintah Kabupaten Pati dalam mempertahankan dan meningkatkan keberhasilanya yang telah dicapai dari periode ke periode berikutnya lebih baik. Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pati dalam mengoptimalisasi PAD meliputi pencapaian target Pendapatan Asli Daerah dengan inventarisasi potensi dan lebih menekankan pada pungutan.
Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat memberikan saran-saran bahwa sebaiknya Dispenda Kabupaten TK II Pati seharusnya lebih banyak mengeluarkan dana untuk belanja pembangunan daripada belanja rutin. Pemerintah daerah hendaknya mempertahankan tingkat efektivitas dan efisiensi dalam mengelola keuangan daerah. Pungutan bagi sektor pajak dan retribusi selayaknya mendapat perhatian yang cukup serius mengingat kedua sektor ini adalah sektor andalan bagi PAD. Perlu peningkatan SDM terutama bagi sektor yang selama ini hanya menyumbang sebesar 1,08 % selama tahun 1999-2003. Untuk itu perlu segera diadakan restrukturisasi dan reevaluasi terhadap pengelolaannya.

 

Keyword : Pendapatan Asli Daerah (PAD)

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/70/jiptummpp-gdl-s1-2005-harto00620-3487-1.+PENDA-N.pdf


Keywords


Pendapatan Asli Daerah (PAD)