PENGARUH RISIKO INDEPENDENSI AKUNTAN PUBLIK TERHADAP PENUGASAN AUDITING

Dyah Utami

Abstract


Setiap perusahaan secara periodik akan menyajikan informasi mengenai perkembangan usahanya yang berupa laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut dibuat oleh manajemen dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugasnya yang dibebankan kepadanya oleh para pemilik perusahaan. Agar Laporan keuangan yang disajikan dapat diinterpretasikan sama oleh para pemakai maka perlu akuntan Publik
Dalam aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik tersebut bahwa dalam menjalankan tugasnya, akuntan harus selalu mempertahankan sikap independensinya. Oleh karena itu, ada banyak faktor risiko yang dapat mempengaruhi independensi. Risiko independensi yang secara umum diketahui antara lain adalah Self Interest Risk, Self Review Risk, Advocacy Risk dan Clien Influence Risk. Berdasarkan latar belakang diatas maka judul skripsi ini adalah ?Pengaruh Risiko Independensi Akuntan Publik Terhadap Penugasan Auditing? studi pada Kantor Akuntan Publik di Kota Malang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko independensi auditor berpengaruh atau tidak terhadap penugasan auditing, untuk mengidentifikasi pengaruh dari risiko independensi akuntan publik terhadap penugasan auditing dan untuk mengetahui jenis-jenis risiko apa saja yang dapat mempengaruhi independensi akuntan publik dan risiko manakah yang paling sering dihadapi oleh akuntan publik.
Dalam penelitian ini, penulis mengambil dua hipotesis yaitu: bahwa risiko independensi akuntan publik tidak berpengaruh terhadap penugasan auditing dan risiko independensi akuntan publik berpengaruh terhadap penugasan auditing. Jenis penelitian ini termasuk penelitian distriptif dengan 10 Kantor Akuntan Publik. Penelitian ini menggunakan data subjek dengan metode survey menggunakan teknik kuisioner. Sampel Dalam penelitian ini adalah auditor baik patner, manajer, senior, yunior maupun staf auditor.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui apakah risiko independensi akuntan publik berpengaruh terhadap penugasan auditing dengan uji validitas (kesahihan), uji reliabilitas ( keandalan ), pengujian asumsi klasik (uji normalitas sebaran, uji heteroskedastisitas, uji multikolinierlitas dan uji autokorelasi), analisis berganda, analisis korelasi berganda. Untuk memudahkan dan efisiensi proses pengujian hipotesis maka digunakan aplikasi computer statistk SPSS (Statistical Product and Service Solution)
Hasil dari penelitian ini dapat dilihat bahwa masing-masing variabel independen mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Ditunjukkan dengan Self Interest Risk, t hitung (2,064) > t table (1,671), Self Review Risk t hitung (2,733) > t table (1,671), Advocacy Risk, t hitung (2,347) > t table (1,671), Clien Influence Risk, t hitung (3,597) > t table (1,671) dimana t hitung selalu lebih besar daripada t table. Begitu juga bila dilihat secara keseluruhan variabel independent, menunjukkan bahwa f hitung (30,068) > f table (4,044) maka Ho ditolak sehingga penelitian ini terdapat pengaruh yangsignifikan antara risiko independensi terhadap penugasan auditing
Pengaruh risiko independensi terhadap penugasan auditing yaitu kepercayaan masyarakat akan menurun jika terdapat bukti bahwa independensi sikap auditor ternyata kurang. Oleh karena itu, semua risiko dapat mempengaruhi independensi tersebut sering dihadapi oleh akuntan publik.
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya para akuntan berusaha untuk benar-benar independent, tidak memihak manapun dan bebas dari risiko independensi.

 

Keyword : Independensi akuntan publik

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/70/jiptummpp-gdl-s1-2005-dyahutami0-3494-1.+PENDA-N.pdf


Keywords


Independensi akuntan publik