PENGENDALIAN BIAYA OPERASIONAL BANK DALAM RANGKA MENINGKATKAN LABA OPERASI PADA PT. BPR "GUNUNG RINGGIT" MALANG

Rina Susanti

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada PT. BPR Gunung Ringgit Malang dengan judul ?Pengendalian Biaya Operasional Bank Dalam Rangka Meningkatkan Laba Operasi Pada PT. BPR Gunung Ringgit Malang.?
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana pengendalian biaya operasional yang telah dilakukan oleh pihak bank serta untuk menguji tingkat laba yang diperoleh.
Alat analisis yang digunakan sebagai dasar untuk mengetahui pengendalian yang dijalankan pihak bank sebagai usaha untuk meningkatkan laba operasi adalah dengan menggunakan analisis variance (selisih). Analisis ini membandingkan antara anggaran dengan realisasi dari biaya operasi bank. Analisis ini dikatakan menguntungkan jika anggaran lebih besar dari pada realisasi dan tidak menguntungkan bila realisasi lebih besar dari anggaran. Sedangkan alat analisis yang digunakan untuk mengetahui peningkatan atau penurunan dari laba yang diperoleh adalah dengan menggunakan analisis trend. Pada analisis ini, data laporan keuangan untuk beberapa periode dinyatakan dalam satuan prosentase atas dasar tahun dasar.
Hasil perhitungan dengan analisis variance untuk biaya operasional antara anggaran dan realisasinya terjadi selisih sebesar Rp. 32.099.965,00 diatas anggaran atau prosentase sebesar 6,3%. Sedangkan pendapatan terjadi selisih menguntungkan sebesar 3,56% atau sebesar Rp. 21.924.380,00. Dengan demikian perlu adanya pengendalian yang lebih efektif terhadap pos-pos biaya yang menurut analisa mengalami penyimpangan yaitu pada biaya bunga (biaya dana) dan biaya tenaga kerja (biaya perusahaan). Dari hasil perhitungan dengan analisis trend untuk tahun 2001 perusahaan mengalami penurunan laba sebesar 24,02% dan pada tahun 2002 mengalami penurunan sebesar 4%. Penyebab laba yang menurun ini adalah karena adanya kenaikan biaya operasional yang dikeluarkan tidak seimbang dengan pendapatan yang diperoleh. Kenaikan biaya operasional ini dikarenakan perusahaan belum benar-benar menerapkan pengendalian biaya operasional atas biaya yang dikeluarkan, sehingga pengeluaran kurang efisien dan efektif.
Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa perlu adanya pengendalian terhadap biaya dana dengan cara meningkatkan penyaluran dana yang berhasil dihimpun oleh bank sehingga memperbesar selisih pendapatan dengan biaya operasi yang dikeluarkan.Untuk biaya perusahaan manajer harus melakukan pengawasan terhadap karyawan sehingga karyawan akan melaksanakan pekerjaan dengan baik dan benar dan tidak menunda pekerjaan sehingga semua pekerjaan akan selesai tepat pada waktunya. Dan perusahaan sebaiknya melakukan pengendalian atas pengeluaran biaya operasional dengan cara mengontrol setiap pos-pos pengeluaran biaya yang terjadi sehingga dapat mencegah penyimpangan atau pembengkakan biaya yang dikeluarkan baik biaya dana maupun biaya perusahaan.

 

Keyword : Pengendalian Biaya

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/70/jiptummpp-gdl-s1-2005-rinasusant-3496-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Pengendalian Biaya