ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI SARANA UNTUK MENILAI KINERJA DALAM PENGELOLAAN KOPERASI (Studi Kasus Pada Koperasi Unit Desa di Kab. Malang)

Amin Safarudin

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus pada Koperasi Unit Desa yang ada di Kabupaten Malang, diantaranya yaitu KUD Singosari, KUD Pakis, KUD Karangploso, KUD Wagir, KUD Jabung, dan KUD Bululawang dengan judul ?Analisis Laporan Keuangan Sebagai Sarana Untuk Menilai Kinerja Dalam Pengelolaan Koperasi?. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan yang ada bahwa laporan keuangan yang disajikan belum bisa memberikan informasi yang lengkap seperti yang diharapkan. Angka-angka yang ada pada laporan keuangan itu masih berdiri sendiri, sehingga belum bisa dilihat arah perkembangannya. Agar laporan keuangan tersebut bisa lebih memberikan arti bagi pemakainya, maka laporan keuangan tersebut harus dianalisis. Banyak metode analisis yang dapat dilakukan, namun analisis rasio keuangan merupakan analisis rasio yang paling umum digunakan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kinerja yang telah dilakukan dalam pengelolaan koperasi ditinjau dari aspek keuangan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa KUD Pakis mempunyai rasio likuiditas yang diukur dengan menggunakan current ratio yang lebih baik jika dibandingkan dengan KUD yang lain, begitu juga halnya dengan rasio leverage yang diukur dengan total debt to total asset ratio dan debt to equity ratio yang menunjukkan bahwa KUD Pakis mempunyai kemampuan membayar hutangnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan KUD-KUD yang lainnya, baik itu jika dilihat dari aktivanya maupun modalnya. Sedangkan rasio aktivitas yang diukur dengan total asset turnover menunjukkan bahwa KUD Jabung mempunyai tingkat perputaran total aktiva yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan KUD-KUD yang lain. Begitu juga halnya dengan receivable turnover dan average collection period yang menunjukkan bahwa KUD Jabunglah yang lebih baik. Sedangkan untuk rasio aktivitas yang diukur dengan fixed asset turnover menunjukkan bahwa KUD Bululawang yang lebih baik dimana rasio ini mengukur tingkat perputaran dari aktiva tetapnya.
Rasio profitabilitas yang diukur dengan menggunakan net profit margin menunjukkan bahwa KUD Wagir mempunyai kemampuan dalam menghasilkan laba yang lebih baik jika dilihat dari penjualannya. Sedangkan dari hasil perhitungan return on asset menunjukkan bahwa yang paling baik adalah KUD Jabung, dimana hal ini merupakan kemampuan KUD dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total asset yang dimiliki. Sedangkan rasio profitabilitas yang diukur dengan return on equity menunjukkan bahwa KUD Bululawang yang lebih baik jika dibandingkan dengan KUD-KUD yang lain, dimana hal ini merupakan kemampuan KUD dalam menghasilkan laba dengan menggunakan modalnya.
Berdasarkan hal diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kinerja dari sebuah KUD dapat juga diukur dengan menggunakan analisis rasio keuangan. Selain itu juga agar pihak manajemen selalu untuk mempertimbangkan kondisi dimasa lalu sebagai bahan pertimbangan dalam melangkah untuk masa yang akan datang.

 

Keyword : Keuangan

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/70/jiptummpp-gdl-s1-2005-aminsafaru-3497-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Keuangan