ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI SALAH SATU ALAT DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN SEBELUM DAN SESUDAH GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA

DARMAN FAUZI

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif lima perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di PT. Bursa Efek Jakarta dengan judul ?Analisis Rasio Keuangan Sebagai Salah Satu Alat Dalam Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Makanan Dan Minuman Sebelum Dan Sesudah Go Public Di BEJ.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan perusahaan makanan dan minuman sebelum dan sesudah go public dengan menggunakan analisis rasio keuangan.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui bagaimana menilai kinerja keuangan yaitu menggunakan rasio profitabilitas, rasio aktivitas dan rasio likuiditas. Rasio profitabilitas terdiri dari Net Profit Margin, Return On Investment dan Return On Equity. Rasio aktivitas terdiri dari Receivable Trunover, Total Asset Turnover, Fixet Asset Turnover dan Inventory Turnover. Sedangkan untuk rasio Likuiditas terdiri dari Current Ratio dan Acid Tes Ratio. Analisis lain yang digunakan untuk menilai kinarja keuangan perusahaan makanan dan minuman adalah membandingkan kinerja keuangan perusahaan makanan dan minuman sebelum dan sesudah go public.
Hasil perhitungan analisis rasio keuangan sebelum dan sesudah go public yang dilakukan penulis pada PT. Prasida Aneka Niaga, PT. Siantar Top, PT. Indofood Sukses Makmur, PT. Ades Alfindo Putra Setia, dan PT. Putra Sejahtera Pioneerindo dengan rasio profitabilitas menunjukkan bahwa kelima perusahaan memiliki rata-rata kinerja keuangan yang lebih baik pada saat sesudah go public jika dibandingkan sebelum go public. Hal ini menunjukkan bahwa kelima perusahaan makanan dan minuman dilihat dari rasio profitabilitas sudah mempunyai kemampuan meningkatkan laba yang tinggi. Rasio Aktivitas kelima perusahaan makanan dan minuman menunjukkan rata-rata kinerja keuangan sesudah go public yang tidak lebih baik jika dibandingkan saat sebelum go public. Hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam melakukan penjualan mengalami penurunan. Penurunan ini karena pada saat sesudah go public kapasitas produksinya menurun. Rasio LIkuiditas kelima perusahaan makanan dan minuman menunjukkan rata-rata kinerja keuangan saat sesudah go public yang lebih baik jika dibandingkan dengan saat sebelum go public. Hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka pendeknya lebih baik.
Berdasarkan kesimpulan diatas, dapat diambil implikasi bahwa bagi pihak manajemen kelima perusahaan makanan dan minuman, hendaknya harus lebih meningkatkan laba dengan cara efisiensi biaya produksi, menjaga hasil kualitas produksi dan meningkatkan penjualan. Selain itu para manajer harus lebih meningkatkan pengelolaan piutang. Sedangkan bagi calon investor sebaiknya dalam menanamkan investasinya memilih PT. Indofood Sukses Makmur, karena tingkat profitabilitasnya pada saat sesudah go public paling baik.

 


Keyword : Rasio Keuangan; Kinerja Keuangan

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/71/jiptummpp-gdl-s1-2005-darmanfauz-3539-PENDAHUL-N.pdf

Keywords


Rasio Keuangan; Kinerja Keuangan