PENGARUH TINGKAT PERPUTARAN PIUTANG TERHADAP RENTABILITAS EKONOMI (Studi Pada Perusahaan Rokok Yang Go Public di Pojok Bursa Efek Jakarta)

NUNUK AGUSETIANINGSIH

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh tingkat perputaran piutang terhadap rentabilitas ekonomi dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana pada 3 perusahaan rokok yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta, yaitu PT. Gudang Garam, PT. HM Sampoerna dan PT. BAT Indonesia. Dalam penelitian ini penulis mengadakan analisis terhadap laporan keuangan yang diperoleh dari pojok Bursa Efek Jakarta Universitas Muhammadiyah Malang.
Data-data yang digunakan diperoleh dengan mengambil dan mengumpulkan dokumen dari ketiga perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Dokumen yang dikumpulkan berupa data laporan keuangan, yaitu Neraca dan Laba-rugi tahun 1995 ? 2003. Laporan keuangan tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis Regresi Sederhana.
Hasil perhitungan dengan menggunakan Analisis Regresi Sederhana diperoleh informasi Berdasarkan pada hasil dari analisa regresi sederhana, variabel Receivable Turn Over (X) terhadap Rentabilitas Ekonomi (Y) memiliki korelasi ganda (Multiple R) sebesar 0.001. Angka ini menunjukkan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Angka tersebut tidak mendekati 1, berarti hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat sangat tidak erat. Koefisien Determinasi R2 sebesar 0.000000971. Dari besaran R2 tersebut dapat disimpulkan bahwa Receivable Turn Over mampu menjelaskan keragaman dari dependent variabel Rentabilitas Ekonomi hanya yaitu sebesar 0.000000971 %. Sedangkan selebihnya sebesar 99,999999029 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model persamaan.
Dengan menggunakan t-test , derajat bebas 4 dan taraf nyata 5%, diperoleh nilai ttabel sebesar 2.306. Sedangkan dengan pengujian statistik diperoleh thitung sebesar ?0.005, karena nilai thitung < ttabel, maka Ho diterima dan Hi ditolak. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa yang berarti variabel independen tersebut secara nyata tidak berpengaruh terhadap variabel dependen
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang dapat diberikan kepada perusahaan tersebut adalah : Perusahaan hendaknya melakukan restrukrisasi piutangnya dengan cara menyusun atau membuat program pengendalian piutang yang dimaksudkan agar dapat mencegah terjadinya inefisiensi pada modal kerja. Melakukan pengendalian piutang dengan cara memberi rangsangan kepada pelanggan yang membayar kontan atau lebih cepat yaitu dengan cara memberi potongan. Penagihan piutang hendaknya dilaksanakan secara aktif sesuai dengan syarat yang telah ditentukan oleh perusahaan. Perusahaan sebaiknya mempertimbangkan sistem pengendalian piutang yang selama ini diterapkan, serta terus mengontrol sistematika pengembalian piutang agar terorganisisr dengan baik.

 

Keyword : PERPUTARAN PIUTANG,RENTABILITAS EKONOMI

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/99/jiptummpp-gdl-s1-2005-nunukaguse-4950-PENDAHUL-N.PDF


Keywords


PERPUTARAN PIUTANG; RENTABILITAS EKONOMI