PERBANDINGAN PENYUSUTAN AKTIVA TETAP MENURUT STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN DENGAN KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN PERPAJAKAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN LAPORAN KEUANGAN (Study Kasus Pada Perusahaan Tenun Pelangi Lawang)

YUYUN SURYANI

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perlakuan penyusutan aktiva tetap suatu perusahaan menurut Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan Perpajakan serta pengaruhnya terhadap laporan keuangan.
Tehnik analisis data yang digunakan untuk membandingkan penyusutan aktiva tetap menurut Standar Akuntansi Keuangan dengan Peraturan Perundang-undangan Perpajakan dengan menghitung penyusutan aktiva tetap berwujud menurut Standar Akuntansi Keuangan dengan menggunakan metode garis lurus (Straight Line Method). Hasil perhitungan penyusutan aktiva tetap pada kasus penyusutan aktiva tetap Perusahaan Tenun Pelangi Lawang total selisih perhitungan beban penyusutan aktiva tetap Standar Akuntansi Keuangan dan Perpajakan sebesar Rp. 5.968.000,00 . begitu juga dengan total selisih akumulasi penyusutan aktiva tetap sebesar Rp. 23.872.000,00. Selisih tersebut akan mempengaruhi besarnya pajak yang terhutang sebesar Rp. 1.790.400,00.
Setelah memperhatikan dari pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa: perbedaan metode penyusutan aktiva tetap menurut Standar Akuntansi Keuangan dan Perpajakan menyebabkan timbulnya perbedaan waktu atau perbedaan temporer dan penentuan umur ekonomis aktiva tetap menurut Standar Akuntansi Keuangan berdasarkan masa manfaat aktiva yang sesungguhnya, sedangkan menurut Undang-undang Perpajakan didasarkan pada kelompok aktiva. Serta selisih beban penyusutan menurut Standar Akuntansi Keuangan dan Perpajakan berpengaruh terhadap penyajian neraca pada kelompok ?kewajiban lain-lain? dengan timbulnya perkiraan PPh yang ditangguhkan. Sedangkan dalam laporan laba rugi perusahaan laba bersih menurut Standar Akuntansi Keuangan lebih besar daripada laba bersih menurut Perpajakan.
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa jika perusahaan ingin menyusun laporan keuangan fiskal lebih baik dengan melakukan rekonsiliasi terhadap laporan keuangan komersial saja. Laporan keuangan yang sebaiknya dilampirkan dalam SPT Tahunan adalah laporan keuangan komersial yang dilengkapi dengan penjelasan koreksi fiskal. Dalam pemilihan metode penyusutan aktiva tetap sebaiknya perusahaan mempertimbangkan mana yang lebih sederhana dalam perhitungannya.

 

Keyword : AKUNTANSI KEUANGAN

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/100/jiptummpp-gdl-s1-2005-yuyunsurya-4966-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


AKUNTANSI KEUANGAN