PENERAPAN KAIZEN COSTING DALAM PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI DIVISI BOILER PADA PT. INDONESIAN MARINE CORP., LTD SINGOSARI-MALANG (Studi Kasus Pada Boiler Tipe F 50 L)

Ken Yuni Astuti

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada PT. Indonesian Marine Corp.,Ltd Singosari - Malang, dengan judul ?Penerapan Kaizen Costing Dalam Pengendalian Biaya Produksi Divisi Boiler Pada PT. Indonesian Marine Corp.,Ltd Singosari-Malang (Studi Kasus Pada Boiler Tipe F 50 L)?.
Alasan yang mendasari dilakukannya penelitian ini adalah karena adanya kenaikan harga pokok produksi terutama untuk boiler tipe F 50 L, yang menyebabkan harga jual produk meningkat, sehingga perusahaan sering mengalami kalah tender dengan perusahaan pesaing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan kaizen costing dapat membantu perusahaan dalam pengendalian biaya produksi.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui selisih yang menguntungkan atau merugi dari biaya produksi menggunakan analisis varian, dan untuk menerapkan kaizen costing dalam pengendalian biaya produksi, digunakan analisis aktivitas. Tolok ukur untuk menentukan selisih dari biaya produksi yang menguntungkan atau merugi adalah dengan membandingkan biaya produksi yang dianggarkan dengan biaya produksi sesungguhnya. Sedangkan analisis aktivitas merupakan proses mengidentifikasi, menguraikan, dan mengevaluasi aktivitas yang terjadi selama proses produksi berlangsung.
Hasil perhitungan dengan alat analisis varian biaya bahan baku, diketuahi adanya selisih harga dan kuantitas bahan baku yang merugi (unfovorable), dan analisis varian efisisensi upah tenaga kerja juga merugi sebesar Rp. 1.421.000. Begitu pula hasil analisis varian biaya overhead pabrik mengalami selisih yang merugi sebesar Rp. 5.907.200. Sedangkan hasil analisis dengan analisis aktivitas, dimana aktivitas-aktivitas yang ada didalam perusahaan dikategorikan menjadi value-added activity (real value added activity dan business value-added activity), dan non value added activity, diketahui adanya aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun bagi konsumen (non value-added activity) sebesar Rp3.687.100,- atau 5,8% dari total biaya produksi.
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat mengimplikasikan sebaiknya perusahaan melakukan evaluasi atas biaya produksi yang terjadi, dan memperhatikan aktivitas-aktivitas yang terjadi selama proses produksi berlangsung. Karena aktivitas-aktivitas yang terjadi dan dilakukan dalam suatu perusahaan tersebut mengkonsumsi sumber daya dalam menghasilkan keluaran, dan diyakini sebagai penyebab timbulnya biaya. Selain itu, perusahaan juga perlu menerapkan kaizen costing, karena hal ini akan dapat membantu perusahaan dalam pengendalian biaya produksinya.

 


Keyword : PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI DIVISI BOILER

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/100/jiptummpp-gdl-s1-2005-kenyuniast-4968-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI DIVISI BOILER