PENERAPAN AKUNTANSI BARANG KONSINYASI PADA KOPERASI (KP-RI) PELITA DI KABUPATEN NGAWI

Bagas Wahyu Susanto

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada Koperasi KPRI PELITA di Ngawi dengan judul ?Penerapan Akuntansi Barang Konsinyasi pada Koperasi KPRI PELITA di Kabupaten Ngawi?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perlakuan akuntansi atas transaksi barang konsinyasi dan bagaimana penyajian barang konsinyasi terhadap laporan keuangan di KPRI PELITA.
Untuk dapat menjawab hal tersebut diatas, maka diperlukan data yang mendukung. Adapun pengumpulan data pada penelitian ini dengan wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang dilakukan dengan menggunakan evaluasi
pada elemen pokok barang konsinyasi.
Berdasarkan analisis data dalam penelitian diperoleh kesimpulan bahwa KPRI PELITA Ngawi didalam melakukan penjualan ada dua macam yaitu penjualan barang dagangan yang berasal dari barang reduler atau barang milik KPRI PELITA sendiri dan penjualan barang dagangan yang berasal dari barang komisi atau barang titipan.KPRI PELITA dalam pencatatan akuntansi atas barang komisi sudah dilakukan dengan baik dengan metode digabung atas penerimaan barang komisi sehingga jumlah persediaan dalam laporan keuangan menjadi lebih besar.
Berdasarkan kesimpulan tersebut ada beberapa saran yang dapat dijadikan pertimbangan bagi KPRI PELITA mengadakan pembukuan yang tertib terhadap transaksi penjualan dan membuat laporan secara periodic. KPRI PELITA seharusnya
membuat catatan atau memo mengenai penerimaan barang komisi,dan tidak mengakui penerimaan barang komisi sehingga akan menambah nilai persediaan.
Dalam pencatatn akuntansi barang komisi seharusnya dilakukan dengan metode terpisah, dengan demikian laba penjualan barang komisi dengan penjualan barang regular disajikan secara terpisah.

 


Keyword : Barang konsinyasi

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/167/jiptummpp-gdl-s1-2007-bagaswahyu-8310-1.+PENDA-N.pdf


Keywords


Barang konsinyasi