ANALISIS BALANCED SCORECARD UNTUK MENGUKUR KINERJA PT BANK JATIM CABANG MALANG

Dian Anggraeni Kusumastuti

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif pada PT Bank Jatim Cabang Malang dengan judul ?Analisis Balanced Scorecard Untuk Mengukur Kinerja PT Bank Jatim Cabang Malang?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja PT Bank Jatim Cabang Malang jika diukur dengan menggunakan metode Balanced Scorecard ditinjau dari empat perspektif
Penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan kuesioner untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan dan teknik analisis yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dengan alat ukur Balanced Scorecard dengan masing masing empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.
Hasil penelitian ini menghasilkan kinerja PT Bank Jatim Cabang Malang secara keseluruhan baik. Hal ini ditunjukkan pada masing-masing perspektif. Pada perspektif keuangan yang diukur dengan Rasio CAMEL menunjukkan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, dengan penilaian kategori cukup sehat pada batas nilai kredit 66<81 sesuai dengan Standar Tingkat Kesehatan Bank Indonesia. Perspektif Pelanggan pada indikator Customer Retention nasabah penabung dari tahun ke tahun mengalami peningkatan tetapi tidak untuk nasabah debitur; indikator Customer Aqcusition pada nasabah penabung dan nasabah debitur dari tahun ke tahun mengalami penurunan; Customer Complain PT Bank Jatim tidak pernah melakukan pendataan karena complain yang terjadi tidak dianggap serius. Perspektif Proses Bisnis Internal pada indikator Minimize Error Rate and Rework dari tahun ke tahun mengalami penurunan untuk menekankan tingkat kesalahan pegawainya; indikator Process Time PT Bank Jatim memiliki standar waktu yang efektif dan efisien dalam melakukan pelayanan pada nasabahnya; dan pada indikator Partner Third Parti Providers PT Bank Jatim Cabang Malang telah banyak melakukan perjanjian dengan pihak ketiga. Pada Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan pada indikator Employee Retention dari tahun ke tahun mengalami penurunan; indikator Employee Training mengalami peningkatan dalam mentraining pegawainya untuk meningkatkan kualitas dan mutu pegawainya; dan pada indikator Absenteism mangalami penurunan untuk menekankan tingkat ketidak hadiran pegawainya.
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis merekomendasikan kepada PT Bank Jatim Cabang Malang untuk tetap menggunakan metode Balanced Scorecard untuk mengukur kinerja perusahaan. PT Bank Jatim Cabang Malang lebih meningkatkan promosi mengenai produk dan jasanya dan mencatat mengenai complain yang terjadi pada nasabah PT Bank Jatim Cabang Malang.

 

Keyword : balanced scorecard

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/183/jiptummpp-gdl-s1-2007-diananggra-9136-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


balanced scorecard