Peranan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Tingkat Penerimaan Pendapatan Asli Daerah Kab. Jombang Sebelum dan Sesudah Diberlakukan Otonomi Daerah

Zulqarnain Sastra Negara

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada Dinas Pendapatan Daerah Kab. Jombang dengan judul ?Peranan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Tingkat Penerimaan Pendapatan Asli Daerah Kab. Jombang Sebelum dan Sesudah Diberlakukan Otonomi Daerah?
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara umum mengenai kontribusi, optimalisasi, pertumbuhan pajak daerah dan retribusi daerah yang telah dicapai dalam periode sebelum dan sesudah diberlakukan otonomi daerah serta kemampuan pemerintah daerah dalam merealisasikan Pendapatan Asli Daerah yang direcanakan terhadap potensi riil yang dimiliki daerah Kab. Jombang.
Dalam penelitian Peranan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah, penulis menggunakan metode kualitatif, yaitu menganalisa secara matematis dan menyimpulkan dalam bentuk uraian tentang pengaruh Pendapatan Asli Daerah Kab. Jombang pada Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebelum dan sesudah diberlakukan otonomi daerah. Dengan cara analisa kontribusi, analisa Coverage Ratio, analisa pertumbuhan serta anlisa efektifitas
Hasil penelitian yang penulis lakukan adalah bahwa tingkat kontribusi pajak daerah sebelum diterapkannya otonomi lebih tinggi dari pada tingkat kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah sesudah penerapan otonomi daerah yaitu dari 19,55% menjadi 17,94%. Sedangkan kontribusi dari retribusi daerah terhadap PAD rata-rata pertahunnya mengalami kenaikkan sesudah otonomi daerah yaitu dari 23,87% menjadi 34,59%. Untuk analisis Coverage Ratio (CR) untuk pajak daerah sebelum otonomi daerah rata-rata pertahunnya sebesar 90% serta untuk retribusi daerah rata-rata pertahunnya sebesar 99,89%. Sedangkan sesudah untuk pajak daerah rata-rata sebesar 86,27% dan untuk retribusi daerah rata-rata pertahunnya sebesar 101,98%. Untuk rasio pertumbuhan retribusi daerah sebelum otonomi daerah dan sesudah otonomi daerah mengalami pertumbuhan positif, dimana besarnya rasio pertumbuhan sebelum otoda sebesar -4,67 naik menjadi 91,25%, ini menggambarkan bahwa pemerintah daerah Kab. Jombang mampu meningkatkan pertumbuhan retribusi daerahnya menjadi lebih baik. Sedangkan untuk rasio efekivitas sesudah otonomi daerah masih lebih efektif bila dibandingkan dengan sebelum otonomi daerah. Adapun rasio efektivitasnya semakin baik (mencapai >100%) menunjukkan bahwa kinerja pemerintah semakin baik.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa untuk nilai kontribusi pajak daerah sesudah otonomi mengalami penurunan, tetapi secara nominal mengalami kenaikan yang cukup besar. Sedangkan dalam perhitungan nilai ∆CR tahun anggaran 1997/1998, 2002, 2003, dan 2004, pada retribusi daerah nilai ∆CR -4,77%, -22,23%, -8,27% dan 0,92%. Nilai tersebut menunjukkan masih terdapat permasalahan yang belum terpecahkan.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disarankan kepada Dinas Pendapatan Daerah Kab. Jombang agar segera melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi terhadap retribusi daerah dan pajak daerah. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan penerimaan daerah khususnya dari kontribusi pajak dan retribusi daerah serta untuk mengurangi tingkat ketergantungan pemerintah daerah terhadap dana bantuan pemerintah pusat maupun propinsi.

 

Keyword : Peranan Pajak, Retribusi Daerah,PAD

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/183/jiptummpp-gdl-s1-2007-zulqarnain-9146-1.+Penda-n.pdf


Keywords


Peranan Pajak; Retribusi Daerah; PAD