PENGARUH BIAYA SOSIAL TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN YANG LISTING DI BURSA EFEK JAKARTA (Studi Kasus Pada Perusahaan Food and Beverages Pada Tahun 2001-2004)

Lia Wulandari

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat studi kasus pada Bursa Efek  Jakarta dengan judul PENGARUH BIAYA SOSIAL TERHADAP HARGA  SAHAM PERUSAHAAN YANG LISTING DI BURSA EFEK JAKARTA (Studi  Kasus Pada Perusahaan Food and Beverages pada tahun 2001-2004) .
Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bukti empiris pengaruh besar  dan pengungkapan biaya sosial terhadap harga saham.dalam penelitian ini, penulis  mengambil dua hipotesis yaitu diduga bahwa besarnya biaya sosial tidak berpengaruh  terhadap harga saham dan diduga pula pengungkapan biaya sosial tidak berpengaruh  terhadap harga saham.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh biaya sosial  terhadap harga saham dan menguji hipotesis adalah mengukur disclosure informasi,  perhitungan indeks, uji normalitas data, dan uji asumsi klasik (multikolinieritas,
heterokedasitas, dan autokorelasi). Untuk mengetahui pengaruh besarnya biaya social  baik unsur-unsur yang membentuk biaya sosial dan total biaya sosial juga pengungkapan biaya sosial terhadap harga saham digunakan uji R Square dan uji T.
Berdasarkan hasil analisis data uji R Squre menunjukkan bahwa besarnya  biaya sosial dengan menguji unsur-unsur yang membentuk biaya sosial (biaya  pemantau produksi, biaya pemantau kesejahteraan pegawai, dan biaya masyarakat
sekitar) pada model I menunjukkan bahwa harga saham dapat dijelaskan biaya sosial  sebesar 2.2 % dan sisanya 97.2% dijelaskan oleh variabel-variabel lain, pada analisis  total biaya sosial terhadap harga saham pada model II menunjukkan bahwa harga  saham dapat dijelaskan oleh biaya sosial sebesar 8.6% dan sisanya 91.4% dijelaskan  variabel-variabel lain, dan pada analisis pengaruh pengungkapan biaya sosial
terhadap harga saham menunjukkan harga saham dapat dijelaskan pengungkapan  biaya sosial sebesar 12.8% dan sisanya 87.2% dijelaskan variabel-variabel lain.
Berdasarkan hasil perhitungan uji T, menunjukkan bahwa pada pengaruh  besarnya biaya sosial terhadap harga saham yang terbagi menjadi dua model yaitu  pada model I  yaitu pengaruh unsur-unsur biaya sosial terhadap harga saham
menunjukkan bahwa Ho diterima karena semua unsur-unsur yang membentuk biaya  sosial diantanya biaya pemantau produksi menunjukkan t hitung (0.123) < t tabel  (1.622), biaya pemantau kesejahteraan pegawai menunjukkan t hitung (0.856) < t  tabel (1.622), dan biaya masyarakt sekitar menunjukkan t hitung (-0.063) < t tabel  (1.622), maka dapat dikatakan bahwa tidak ada pengaruh secara serentak masingmasing  unsur pembentuk biaya sosial, pada model II
yaitu pengaruh total biaya sosial  terhadap harga saham menunjukkan Ho ditolak, karena t hitung (1.889) > t tabel
(1.68), berarti dapat dikatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan total biaya sosial  terhadap harga saham, sedangkan pada pengaruh pengungkapan biaya sosial terhadap  harga saham menunjukkan bahwa Ho ditolak, karena t hitun (3.297) > t tabel (1.68),  berarti dapat dikatakan ada pengaruh yang signifikan pengungkapan biaya sosial  terhadap harga saham.  Kesimpulan pada penelitian ini bahwa pelaku pasar khususnya investor lebih  tertarik melihat biaya sosial dari total biaya sosial bukan unsur-unsur pembentuk  biaya sosial dan juga pengungkapan biaya sosial yang dimiliki perusahaan.

 

Keyword : Biaya sosial, pengungkapan dan harga saham

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/184/jiptummpp-gdl-s1-2007-liawulanda-9168-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Biaya sosial; pengungkapan dan harga saham