PENERAPAN MODEL PENGUKURAN KINERJA BALANCED SCORECARD PADA PT. BOMA BISMA INDRA, PASURUAN

Tri Septi Dyah Astutik

Abstract


Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang bersifat studi kasus. Yaitu penelitian mendalam mengenai unit sosial tertentu yang hasilnya merupakan gambaran yang lengkap dan terorganisir baik mengenai organisasi tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagamana kinerja PT. Boma Bisma Indra jika diukur dengan model Balanced Scorecard.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui kinerja perusahaan adalah dengan menggunakan empat perspektif yang terdiri dari perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Menggunakan metode analisis time saries yaitu mengevaluasi kinerja perusahaan dengan cara membandingkan hasil analisis rasio pada periode yang satu dengan hasil analisis rasio pada periode yang lain dalam perusahaan yang sama pada periode 2001 sampai dengan periode2004. Cross check antara hasil analisis engan target yang telah ditetapkan perusahaan dilakukan untuk mengetahui apakah hasil kinerja perusahaan sudah mencapai target atau belum. Memberikan penilaian dengan menggunakan model AHP (Analytic Hierarchy Process) untuk mendapatkan nilai kinerja secara keseluruhan.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kinerja PT. Boma Bisma Indra dilihat dari perspektif keuangan pada periode 2001-2002 dan periode 2002-2003 pertumbuhannya tidak baik karena ada indikator yang belum mencapai target, sedangkan pada periode 2003-2004 pertumbuhannya baik. Pada perspektif pelanggan menunjukkan kinerja yang tidak baik karena pada periode 2001 sampai dengan periode 2004 semua indikatornya tidak ada yang mencapai target. Perspektif proses bisnis internal menunjukkan kinerja yang kurang baik dari periode 2001 sampai periode 2004 meskipun indikator defect ratenya sudah mencapai target. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan menunjukkan kinerja baik pada periode 2001-2002 dan pada periode 2003-2004, sedangkan pada periode 2002-2003 menunjukkan kinerja yang kurang baik karena hasil yang dicapai menurun tajam. Dengan analytic hierarchy process perusahaan lebih memprioritaskan pada kinerja keuangan karena dengan meningkatkan kinerja keuangan yang nantinya akan diikuti dengan kinerja yang lainnya.
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya perusahaan menggunakan model Balanced Scorecard untuk mengukur kinerja. Selain mengukur aspek keuangan juga menyeimbangkan pengukuran aspek non keuangannya, karena aspek non keuangan merupakan faktor pemicu yang mempengaruhi kegiatan perusahaan.

 

Keyword : Pengukuran Kinerja Balanced Scorecard

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/147/jiptummpp-gdl-s1-2006-triseptidy-7317-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Pengukuran Kinerja; Balanced Scorecard