ANALISIS REKONSILIASI LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL DENGAN LAPORAN KEUANGAN FISKAL BERDASARKAN PERATURAN PERPAJAKAN (UU NO. 17 TAHUN 2000) (Studi Kasus Pada Koperasi Serba Usaha ?MAKMUR SEJATI? Malang)

MEI KUSTRI RAHAYU

Abstract


Sesuai dengan judul di atas, maka laporan keuangan disini lebih difokuskan pada laporan laba rugi atau laporan perhitungan hasil usaha, sebab dalam laporan keuangan tersebut menggambarkan secara lengkap tentang hasil-hasil operasi koperasi yang pada akhirnya dapat memberikan informasi tentang kemampuan koperasi dalam menghasilkan laba (rugi), apakah mengurangi biaya-biaya dalam meningkatkan penghasilan atau sebaliknya pada periode yang akan datang.
Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perhitungan laporan keuangan fiskal menurut Undang-Undang Perpajakan dan untuk mengetahui besarnya Pajak Penghasilan yang sebenarnya terhutang oleh koperasi.
Setelah dilakukan analisis, hasil dari rekonsiliasi laporan perhitungan hasil usaha komersial dan fiskal tersebut mempelihatkan perbedaan atau selisih laba sebelum pajak (laba kena pajak ) sebesar Rp. 44.017.871,00, dimana laba sebelum pajak (laba kena pajak) menurut fiskal lebih kecil dibanding menurut komersial. Hal ini berarti pajak penghasilan yang terhutang menurut fiskal lebih kecil.
Perbedaan tersebut disebabkan adanya perbedaan tetap dan perbedaan waktu yang timbul karena ketentuan perpajakan (UU No. 17 Tahun 2000).
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat mengimplikasikan sebaiknya Koperasi Serba Usaha ?MAKMUR SEJATI? Malang memberikan tunjangan tunai pada karyawan yang dapat dikurangkan pada penghasilan koperasi, dan diakui sebagai biaya, sehingga pada akhirnya akan mengurangi pajak yang terhutang.

 

Keyword : Undang-undang Perpajakan


Keywords


Undang-undang Perpajakan