PROPORSI BIAYA PRODUKSI DAN BIAYA OPERASI SERTA HUBUNGANNYA DENGAN PENJUALAN DAN LABA OPERASI PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN

Arif Ardiansah

Abstract


Skripsi ini berjudul ? Proporsi biaya produksi dan biaya operasi serta hubungannya dengan penjualan dan laba operasi pada perusahaan makanan dan minuman ?. Ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan makanan dan minuman meliputi pengembangan perkebunan, peternakan, perikanan darat/laut, pertanian, perdagangan, pengolahan hasil perkebunan, pengolahan dan pembotolan air minum dalam kemasan, agen/perwakilan serta bidang jasa pengelolaan dan penelitian yang berhubungan dengan usaha. Hasil produksi perusahaan makanan dan minuman meliputi air minum dalam kemasan, kembang gula dan biskuit, mie instan, minyak goreng, minuman susu, minuman sari buah,minuman sari buah, minuman tradisional dan minuman kesehatan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembebanan proporsi biaya produksi dan biaya operasi serta untuk mengetahui hubungan antara perubahan biaya produksi dan perubahan biaya operasi terhadap perubahan penjualan dan perubahan laba operasi.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui besarnya pembebanan proporsi biaya produksi dan biaya operasi menggunakan analisis proporsi, dan untuk mengetahui besarnya nilai perubahan biaya produksi, perubahan biaya operasi, perubahan penjualan dan perubahan laba operasi menggunakan analisis tabulasi, sedangkan untuk mengetahui hubungan antara perubahan biaya produksi dan perubahan biaya operasi dengan perubahan penjualan dan perubahan laba operasi menggunakan analisis koefisien korelasi pearson.
Hasil perhitungan dengan menggunakan analisis proporsi, pembebanan proporsi yang terbesar pada perusahaan makanan dan minuman adalah biaya produksi. Dengan menggunakan analisis tabulasi, total perubahan biaya produksi dari tahun 2002 ketahun 2003 sebesar Rp. 1.633.950.797.360, total perubahan biaya operasi sebesar Rp. 426.987.959.544, total perubahan penjualan sebesar Rp. 2.449.007.281.422 dan total perubahan laba operasi sebesar Rp. 122.517.053.806. Sedangkan hasil analisis dengan menggunakan analisis koefisen korelasi pearson adalah korelasi antara perubahan biaya produksi dengan perubahan penjualan sebesar 0,985, perubahan biaya operasi dengan perubahan penjualan sebesar 0,943, perubahan biaya produksi dengan perubahan laba operasi sebesar 0,670, dan perubahan biaya operasi dengan perubahan laba operasi sebesar 0,603.
Sesuai dengan hasil analisis diatas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya perusahaan makanan dan minuman melakukan efisiensi biaya untuk meningkatkan perolehan laba operasi.

 

Keyword : Biaya Produksi Biaya Operasi, Penjualan dan Laba Operasi


Keywords


Biaya Produksi Biaya Operasi; Penjualan dan Laba Operasi