PENGARUH PELAKSANAAN TINDAKAN PENAGIHAN AKTIF TERHADAP PENCAIRAN TUNGGAKAN PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PASURUAN

PIPIT WULANDARI

Abstract


Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dan penelitian ini juga menggunakan explanatory research pada Kantor Pelayanan Pajak Pasuruan dengan judul ?Pengaruh Pelaksanaan Tindakan Penagihan Aktifterhadap Pencairan Tunggakan pada Kantor Pelayanan Pajak Pasuruan?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara pasti mengenai pelaksanaan tindakan penagihan aktif dan pengaruh dari pelaksanaan tindakan penagihan aktif terhadap pencairan tunggakan, selain itu juga mengetahui perkembangan penerimaan atas pajak di KPP Pasuruan periode 2002-2004.
Dalam penelitian ini, penulis mengambil dua hipotesis yaitu: pelaksanaan tindakan penagihan aktif berpengaruh secara simultan terhadap pencairan tunggakan, dan pelaksanaan tindakan penagihan aktif berpengaruh parsial terhadap pencairan tunggakan.
Alat analisis yang digunakan dengan analisis regresi berganda, uji asumsi klasik, koefisien determinasi (R ), dan pengujian hipotesisnya yang dilakukan dengan uji F dan uji t.
Hasil penelitian yang telah dilakukan, dari uji normalitas data menunjukkan bahwa data telah berdistribusi normal. Sedangkan dari uji asumsi klasikmenunjukkan bahwa tidak terjadi autokorelasi, tidak terjadi multikolinieritas, dan tedak terjadi heterokedasitas. Dilihat dari koefisien determinasi angka R Square sebesar 0,531 yang artinya pencairan tunggakan dapat dijelaskan oleh Surat Teguran, Surat Paksa, SPMP, dan Pengumuman Lelang sebesar 53,1% dan sisanya sebesar 46,9% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil pengujian secara simultan dengan uji F terlihat bahwa secara bersama-sama Surat Teguran, Surat Paksa, SPMP, dan Pengumuman Lelang tidak berpengaruh signifikan terhadap pencairan tunggakan dengan F < 4,12). Apabila diuji secara parsial dengan uji t, terlihat bahwa Surat Teguran berpengaruh signifikan terhadap pencairan tunggakan dengan t > t (2,640 > 1,782), Surat Paksa berpengaruh tidak signifikan terhadap pencairan tunggakan dengan t < t (0,762 < 1,782), SPMP berpengaruh tidak signifikan terhadap pencairan tunggakan t < t (0,732 < 1,782), dan Pengumuman lelang berpengaruh tidak signifikan terhadap pencairan tunggakan dengan t < t (0,978 < 1,782).
Dari hasil analisis regresi berganda tersebut, maka dalam pelaksanaan tindakan penagihan aktif hanya Surat Teguran yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap pencairan tunggakan dibandingkan dengan tindakan penagihan yang lainnya. Jika dilihat perkembangan penerimaan pajak berdasarkan total pencairan tunggakan pajak, maka dapat diambil kesimpulan bahwa tidak selalu terjadi peningkatan penerimaan pada KPP Pasuruan.

 

Keyword : PENAGIHAN AKTIF


Keywords


PENAGIHAN AKTIF