ANALISIS LAPORAN ARUS KAS SEBAGAI ALAT UKUR UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN (Studi Pada Perusahaan Rokok yang Listing di BEJ)

Nur Riska Azizah

Abstract



Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini mempunyai dua tujuan utama. Pertama, bertujuan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan ditinjau dari laporan arus kas. Kedua, untuk mengetahui kinerja keuangan yang paling baik dari perusahaan rokok yang listing di Bursa Efek Jakarta ditinjau dari laporan arus kas
Analisis rasio arus kas merupakan analisis terhadap penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasi, aktivitas investasi dan pendanaan. Subyek penelitian ini adalah perusahaan rokok yang listing di Bursa Efek Jakarta yaitu PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, PT. Bentoel International Investama Tbk, PT. Gudang Garam Tbk, dan British American Tobacco Indonesia. Perusahaan ini menggunakan metode langsung dalam menyusun laporan Arus Kas.
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Rasio Arus Kas dengan dua belas rasio antara lain : Rasio kecukupan arus kas, Rasio hutang jangka panjang, Rasio pembayaran deviden, Rasio penutupan hutang, Rasio pengaruh depresiasi dan amortisasi, Rasio arus kas terhadap penjualan, Rasio hasil pengembalian arus kas, Rasio laba bersih kas dari penerimaan operasi, Rasio kegiatan Reinvestasi, Rasio Arus kas yang memadai, Rasio Arus kas perlembar saham, Rasio total sumber dana yang disediakan untuk hutang jangka panjang.
Secara umum dari dua belas rasio arus kas yang digunakan selama empat periode pengamatan diketahui nilai tertinggi untuk masing-masing rasio sebagai berikut: Rasio kecukupan arus kas PT. BATI dengan rasio 7.65, Rasio hutang jangka panjang PT GGRM dengan rasio 0, Rasio pembayaran deviden PT. BATI dengan rasio ?0.461, Rasio penutupan hutang adalah PT. GGRM dengan rasio 4.724, Rasio pengaruh depresiasi dan amortisasi PT. BATI dengan rasio ?0.137, Rasio arus kas terhadap penjualan PT. HMSP dengan rasio 0.163, Rasio hasil pengembalian arus kas PT. HMSP dengan rasio 0.248, Rasio laba bersih kas dari penerimaan operasi PT. RMBA dengan rasio 2.778, Rasio kegiatan Reinvestasi PT. RMBA dengan rasio 11.697, Rasio Arus kas yang memadai PT. BATI dengan rasio 2.085, Rasio Arus kas perlembar saham PT. RMBA dengan rasio 11.697. PT. HMSP dengan rasio ?7.80
Kesimpulan umum yang didapatkan adalah bahwa dari empat perusahaan yang mempunyai kinerja paling baik adalah PT. BATI karena unggul dalam rasio Kecukupan arus kas, Pembayaran Deviden, Pengaruh Depresiasi dan Amortisasi dan Rasio Arus Kas yang Memadai.

 

Keyword : Analisis, Arus kas, Kinerja Keuangan

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/237/jiptummpp-gdl-s1-2008-nurriskaaz-11850-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Analisis; Arus kas; Kinerja Keuangan