PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENGUKUR KINERJA KANTOR CABANG PERUM PEGADAIAN DI MALANG

Nur Widyatmoko

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada Kantor Cabang Perum Pegadaian Dieng Malang dengan judul ?Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Pengukur Kinerja Kantor Cabang Perum Pegadaian Di Malang?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja Kantor Cabang Perum Pegadaian Dieng Malang dengan menggunakan Balanced Scorecard.
Dalam penelitian ini, penulis mengambil metode Balanced Scorecard yang terdiri dari empat perspektif. Perspektif itu antara lain: Perspektif Keuangan, Perspektif Pelanggan, Perspektif Bisnis Internal, Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran.
Alat analisis yang digunakan untuk Perspektif Keuangan menggunakan Rasio pertumbuhan pendapatan, Rasio kenaikan laba bersih, Rasio liquiditas berupa Current Ratio dan Quick Ratio dan Rasio Return On Investmen (ROI). Perspektif Pelanggan menggunakan Customer Retention, Customer Acquisition, Customer Complain. Perspektif Bisnis Internal menggunakan Analisis Layanan Purna Jual dan Minimize Error Rate and Rework (MERR). Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran menggunakan Employee Productivity, Employee Turn Over, Employee Training, Absenteism.
Hasil perhitungan dari indikator Perspektif Keuangan, kinerja perusahaan memiliki kinerja yang baik. Kelima tolak ukur yang digunakan untuk tahun 2004, 2005 dan 2006 mengalami fluktuasi. Dari tahun-ketahun tingkat pertumbuhan pendapatan terus mengalami kenaikan, dimana pada tahun 2005 sebesar 36,21%, pada tahun 2006 mengalami peningkatan sebesar 45,60%. Hal ini terjadi karena pendapatan tahun 2006 mengalami peningkatan. Sedangkan dari hasil analisis tingkat kenaikan laba bersih menunjukkan bahwa adanya penurunan peningkatan dari tahun 2005 sebesar 53,61% menjadi sebesar 50,08% pada tahun 2006. Hal ini terjadi karena indikator laba bersih yaitu biaya tahun 2006 mengalami penurunan sedangkan pendapatan mengalami peningkatan. Sedangkan dari hasil analisis dengan menggunakan rasio liquiditas yaitu Current Ratio dan Quick Ratio menunjukkan bahwa kemampuan Kantor Cabang Perum Pegadaian Dieng Malang untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya sangat baik. Hal tersebut berdasarkan hasil analisis dengan Current Ratio dimana pada tahun 2004 sebesar 7.196,20% pada tahun 2005 mengalami kenaikan sebesar 13.207,25%. Hal ini disebabkan hutang usaha yang dimiliki mengalami penurunan sehingga mempengaruhi hutang lancar. Meskipun pada tahun 2006 Current Ratio mengalami penurunan sebesar 8.442,62%, yang disebabkan disebabkan oleh besarnya kenaikan hutang lancar kususnya pada hutang usaha dan hutang lain-lain yang lebih tinggi dari kenaikan aktiva lancarnya. Sedangkan hasil analisis dengan menggunakan Quick Ratio menunjukkan bahwa pada tahun 2004 sebesar 7.187,26% pada tahun 2005 mengalami kenaikan sebesar 13.205,31%. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah persediaan dan hutang lancar yang dimiliki mengalami penurunan. Sedangkan pada tahun 2006 Quick Ratio mengalami

penurunan sebesar 8.434,65%. Hal ini disebabkan jumlah persediaan dan hutang lancar yang mengalami peningkatan. Sedangkan hasil analisis dengan menggunakan ROI menunjukkan dimana pada tahun 2004 ROI-nya sebesar 32,18%, pada tahun 2005 mengalami penurunan sebesar 28,54. hal ini disebabkan laba bersih tahun 2004 mengalami kenaikan sebesar Rp 864.60.551 dan total aktivanya juga mengalami kenaikan sebesar Rp 3.028.742.688. Sedangkan pada tahun 2006 ROI mengalami peningkatan sebesar 33,56%. Hal ini disebabkan laba bersih dan total aktiva mengalami kenaikan.
Dalam Perspektif Pelanggan kinerja Kantor Cabang Perum Pegadaian Dieng Malang, dapat dinilai baik. Meskipun pada indikator Customer Retention mengalami penurunan yaitu dari tahun 2005 sebesar 89,37% turun menjadi 89,30% pada tahun 2006. Penurunan tingkat Customer Retention ini disebabkan adanya penambahan jumlah pelanggan baru. Pada indikator Customer Acquisition mengalami peningkatan, yaitu dari tahun 2005 sebesar 10,62% naik menjadi 10,69% pada tahun 2006. Hal ini menunjukkan bahwa Kantor Cabang Perum Pegadaian Dieng Malang memiliki kemampuan dalam menarik pelanggan baru dan tidak menutup kemungkinan untuk membina hubungan dengan pelanggan baru, tanpa mengabaikan perhatiaannya pada pelanggan lama. Sedangkan pada indikator Customer Complain dari tahun 2004 sampai tahun 2006 adalah 0%, hal ini berarti bahwa pada kurun waktu tersebut tidak ada komplain dari pelanggan. Hal yang menyebabkan tidak adanya komplain dari pelanggan adalah semua pelanggan selalu menyetujui harga tawaran taksiran yang diberikanan pihak penaksir kepada pelanggan.
Dalam Perspektif Bisnis Internal kinerja Kantor Cabang Perum Pegadaian Dieng Malang dapat dikatakan baik. Hal tersebut didukung oleh hasil analisis kedua tolak ukur yang digunakan yaitu pada tingkat Layanan Purnajual diketahui bahwa Kantor Cabang Perum Pegadaian Dieng Malang dari tahun 2004 sampai tahun 2006 sama sekali tidak ada keluhan dari pelanggan. Hal ini menunjukkan bahwa Kantor Cabang Perum Pegadaian Dieng Malang dapat memenuhi kepuasan pelanggan dalam hal layanan sekaligus telah memperoleh kepercayaan para pelanggan. Sedangkan pada indikator tingkat Minimize Error Rate and Rework (MERR) menunjukkan bahwa pada tahun 2004, 2005 dan 2006 adalah 0%, ini berarti selama kurun waktu tersebut tidak ada karyawan yang melakukan kesalahan dalam proses pelayanan. Hal ini mengidentifikasikan bahwa karyawan mempunyai kemampuan yang baik dalam menguasai produk dan jasa, untuk pelayanan yang terbaik bagi pelanggan.
Dalam Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran kinerja Kantor Cabang Perum Pegadaian Dieng Malang dinilai baik. Hal ini nampak pada hasil analisis keempat tolak ukur yang digunakan yaitu Employee Productivity, Employee Turn Over, Employee Training, dan Absenteism. Dimana diketahui bahwa tingkat Employee Productivity pada Kantor Cabang Perum Pegadaian Dieng Malang meningkat. Pada tahun 2004 tingkat Employee Productivity sebesar 603,38%, pada tahun 2005 tingkat Employee Productivity mengalami peningkatan sebesar 675,10%, sedangkan pada tahun 2006 juga mengalami peningkatan sebesar 755,93%. Peningkatan tingkat Employee Productivity tersebut disebabkan karena peningkatan

jumlah layanan yang bisa dipenuhi. Hal tersebut menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja pada Kantor Cabang Perum Pegadaian Dieng Malang sangat baik karena meskipun jumlah pelanggan meningkat dalam tiap tahunnya, tetapi tenaga kerja pegadaian masih mampu untuk memenuhi layanan tersebut dalam jam kerja yang tetap ditiap-tiap tahunnya. Pada hasil analisis Employee Turn Over menunjukkan bahwa tidak ada karyawan yang keluar ataupun mengundurkan diri pada kurun waktu tersebut, jadi dapat disimpulkan bahwa efektivitas Kantor Cabang Perum Pegadaian Dieng Malang dalam mempertahankan karyawannya selama periode tahun 2004 sampai 2006 dinilai baik. Dari hasil analisis Employee Training dari tahun 2004 sampai tahun 2006 menunjukkan bahwa usaha peningkatkan kualitas sumber daya manusia terhadap pengetahuan, skill dan ketrampilan karyawan dalam mencapai prestasi kerja oleh Kantor Cabang Perum Pegadaian Dieng Malang sangatlah baik dengan persentase tetap yaitu 100%, Hal ini dikarenakan dari semua karyawan yang ada dalam perusahaan diwajibkan mengikuti training yang diadakan untuk setiap tahunnya oleh kantor pusat, yaitu traning pengelola cabang, traning penata tingkat 1, traning penata muda, traning penaksir dan traning pimpinan tingkat dasar (Suspimda). Tujuan diadakan traning oleh perusahaan adalah agar para karyawan semakin mengetahui dan terlatih dalam melaksanakan pekerjaannya, sekaligus training tersebut merupakan syarat wajib bagi karyawan untuk menempati posisi jabatan dalam perusahaan. Tingkat absensi atau ketidak hadiran kayawan pada Kantor Cabang Perum Pegadaian Dieng Malang dari tahun 2004 sampai tahun 2006 dapat dinilai baik, hal tersebut berdasarkan hasil analisis tingkat Absenteism yang menilai bahwa pada tahun 2004 tingkat absensi sebesar 1,56%, pada tahun 2005 tingkat absensi mengalami penurunan sebesar 0,86%. Meskipun pada tahun 2006 tingkat absensi mengalami peningkatan sebesar 1,38%, tetapi kenaikan jumlah absensi tersebut masih bisa dimaklumi karena ketidak hadiran karyawan disebabkan karena banyaknya karyawan yang sakit.
Berdasarkan kesimpulan diatas, dapat ditarik kesimpulan tinggi rendahnya perspektif keuangan ditentukan oleh perspektif non keuangan yang ada. Jadi disini sudah jelas bahwa selain kinerja finansial, kenerja non finansial juga sangat dibutuhkan.
Berdasarkan kesimpulan diatas, peneliti dapat mengimplementasikan bahwa sebaiknya Kantor Cabang Perum Pegadaian Dieng Malang bener-bener memperhatikan, meningkatkan dan mengefektifkan indikator-indikator dalam perspektif non keuangan yang ada, karena perspektif non keuangan merupakan penunjang dan kunci keberhasilan dari perspektif keuangan.

 

Keyword : PENERAPAN BALANCED SCORECARD

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/247/jiptummpp-gdl-s1-2008-nurwidyatm-12331-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


PENERAPAN BALANCED SCORECARD