KOREKSI PAJAK ATAS LABA USAHA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KETENTUAN PAJAK PENGHASILAN PADA PERUSAHAAN ROKOK CV TOP TEN TOBACCO TAJIMAS KEDIRI

Ferdian Ferdian

Abstract


Laba yang dihitung menurut perhitungan akuntansi perusahaan yang mendasar pada Standar Akuntansi Keuangan tentunya berbeda dengan laba yang dihitung menurut ketentuan Undang-Undang Perpajakan, hal ini disebabkan oleh karena adanya hal-hal yang menurut ketentuan Undang-Undang Perpajakan tidak boleh atau tidak diperkenankan untuk dikurangkan di dalam menentukan besarnya penghasilan kena pajak. Adanya perbedaan pengakuan pendapatan dan pengakuan biaya menurut laporan keuangan perusahaan dan laporan keuangan perpajakan akan mempengaruhi dan mengakibatkan adanya ketidaksamaan antara laba yang diperoleh menurut perusahaan dengan menurut perpajakan.
Tujuan dari penelitian ini yaitu pertama untuk menerangkan perhitungan pajak penghasilan yang dilakukan perusahaan, kedua yaitu untuk menerangkan perusahaan dengan memberikan tahapan yang benar dalam melaksanakan koreksi pajak yang sesuai dengan peraturan perpajakan, dan ketiga untuk menerangkan pengaruh koreksi pajak terhadap laba usaha.
Teknik analisis data yang digunakan adalah metode kuantitatif, dimana analisis dilakukan melalui beberapa tahap atau langkah menurut peraturan perpajakan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat ditarik simpulan yaitu selama ini perusahaan dalam melakukan kewajiban perpajakan melakukan perhitungan yang berdasar pada Standar Akuntansi Keuangan, dapat diketahui bahwa laba sebelum pajak menurut perusahaan yaitu sebesar Rp. 793.511.974, sedangkan menurut perpajakan sebesar Rp. 978.453.234, besarnya biaya administrasi dan umum menurut perusahaan yaitu sebesar Rp. 567.225.866, sedangkan menurut perpajakan sebesar Rp. 456.920.506, demikian halnya pada biaya pemasaran menurut perusahaan yaitu sebesar Rp. 367.895.115, sedangkan menurut perpajakan sebesar Rp.361.953.425, hal tersebut menjadikan adanya perbedaan pengakuan atas besarnya pendapatan kena pajak yang menurut perusahaan sebesar Rp. 220.553.592, sedangkan menurut perpajakan sebesar Rp. 276.035.970. Dengan adanya pengaruh koreksi pajak terhadap laba usaha dapat diketahui perbedaan jumlah laba bersih setelah pajak menurut perusahaan yaitu sebesar Rp. 572.958.382 dan menurut pepajakan sebesar Rp. 702.417.264. Selisih tersebut timbul karena adanya ketidak sesuaian antara peraturan perpajakan dengan Standar Akuntansi Keuangan (komersial), dalam mengatur atau mengakui atas transaksi tertentu yang berhubungan dengan biaya dan pendapatan.
Beberapa saran yang diajukan dari hasil penelitian ini yaitu diharapkan CV. Top Ten Tobacco Taji Mas Kediri untuk melakukan pajak atas laba usaha yang telah dicapai sehingga dapat diperoleh suatu laporan keuangan yang wajar baik menurut Standar Akuntansi Keuangan dan menurut peraturan perpajakan dan diharapkan perusahaan menyusun rekening khusus yang digunakan untuk menampung selisih antara standar akuntansi keuangan dengan undang-undang perpajakan.

 


Keyword : Koreksi Pajak Atas laba Usaha

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/206/jiptummpp-gdl-s1-2007-ferdian016-10272-Pendahul-n.pdf


Keywords


Koreksi Pajak Atas laba Usaha