PERENCANAAN PAJAK (TAX PLANNING) UNTUK EFISIENSI BEBAN PAJAK PENGHASILAN BADAN (Studi kasus Pada PT. Pesona Remaja Malang)

Nurri Zainiyah

Abstract


Tujuan dari ditetapkannya pajak oleh pemerintah terhadap wajib pajak perseorangan maupun badan adalah untuk membiayai pengeluaran negara dan sekaligus juga merupakan salah satu sumber utama pendapatan negara. Perusahaan (Perseroan Terbatas) sebagai salah satuwajib pajak badan harus dapat merencanakan jumlah pajak yang harus dibayar kepada pemerintah agar laba perusahaan tetap stabil dari tahun ke tahun, sehingga perusahaan tidak terbebani dengan adanya pajak. Strategi dalam meminimalkan pajak agar laba badan tetap tinggi. Salah satunya adalah tax avoidance (penghindaran pajak yang masih dalam ketentuan hukum pajak). Tax avoidance merupakan tax management yang dapat dicapai tiga tahap, yaitu; perencanaan pajak (tax planning), pelaksanaan kewajiban perpajakan (tax implementation), dan pengendalian pajak (tax contorl).
Obyek penelitian ini dilakukan pada PT. Pesona Remaja Malang dengan judul ?Perencanaan Pajak (Tax planning) Untuk Efisiensi Beban Pajak Penghasilan Badan?, dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang bersumber pada data sekunder (internal) berupa dokumentasi dari laporan keuangan komersial perusahaan dan wawancara pada salah satu karyawan perusahaan (HRD). Dengan merekonsiliasi fiskal terhadap harga pokok penjualan, laporan laba-rugi, dan neraca serta memanfaatkan biaya-biaya fiskal perusahaan untuk perencanaan pajak, untuk kemudian mengukur tingkat efisiensi dari adanya biaya-biaya fiskal tersebut yang direalisasikan dalam bentuk tunjangan (berkaitan dengan pajak penghasilan pasal 21).
Berdasarkan dari hasil analisis yang telah dilakukan dengan adanya biaya fiskal yang terdiri dari beda tetap: biaya makanan, biaya sumbangan, biaya pengobatan karyawan, dan biaya lain-lain, sedang beda waktu: biaya penyusutan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan perencanaan pajak laba bersih sebelum pajak menjadi Rp 654.222.853,00, dalam hal ini terdapat selisih lebih besar dari laba bersih sebelum pajak (sebelum perencanaan pajak) sebesar Rp 108.945.500,00, maka besarnya pajak penghasilan yang harus ditanggung perusahaan juga mengalami peningkatan sebesar Rp 32.683.650,00 (setelah perencanaan pajak), sehingga hal ini cukup signifikan untuk penghematan pajak yang jumlahnya menguntungkan bagi perusahaan, yaitu sebesar Rp 475.455.997,00. penghematan pajak ini merupakan penghasilan bagi perusahaan yang tidak dikenakan pajak, karena hal ini merupakan proses perhitungan setelah dikenakan pajak.

 

Keyword : Pajak

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/207/jiptummpp-gdl-s1-2007-nurrizaini-10327-1.+PENDA-N.pdf


Keywords


Pajak