ANALISIS RETRIBUSI PASAR TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH SEBELUM DAN SEUDAH OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN LUMAJANG

LIDI NUR WAHYUNINGSIH

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada dinas pendapatan daerah kabupaten lumajang dengan judul : Analisis Retribusi Pasar Terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Sebelum dan Sesudah Otonomi Daerah di Kabupaten Lumajang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kontribusi retribusi pasar sebelum dan sesudah otonomi daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Lumajang, untuk mengetahui analisis efektivitas retribusi pasar sebelum dan sesudah otonomi daerah di Kabupaten Lumajang, untuk mengetahui apakah ada perbedaan analisis kontribusi retribusi pasar sebelum dan sesudah otonomi daerah terhadap peningkatan pendapatan asli daerah di kabupaten Lumajang, untuk mengetahui apakah ada perbedaan analisis tingkat efektivitas retribusi pasar sebelum dan sesudah otonomi daerah di Kabupaten Lumajang.
Hasil perhitungan dengan rasio kontribusi yaitu rata-rata kontribusi retribusi pasar sebelum otonomi daerah sebesar 9,25% dan sesudah otonomi daerah sebesar 6,06%. Sedangkan tingkat efektivitas sebelum otonomi daerah sebesar 99,17% dan sesudah otonomi daerah 102,42%. Tingkat perbedaan kontribusi retribusi pasar sebelum dan sesudah otonomi daerah dengan uji wilcoxon tidak ada bedanya karena nilai asymp siq (2 tailed)>0,05=0,109>0,05, sedangkan tingkat perbedaan efektivitas retribusi pasar sebelum dan sesudah otonomi daerah dari uji wilcoxon tidak ada bedanya karena nilai asymp siq (2 tailed)>0,05=0,109>0,05.
Dari hasil analisis tersebut dapat di ketahui bahwa kontribusi retribusi pasar sesudah otonomi daerah mengalami penurunan tetapi dapat dikatakan efektif karena tingkat efektivitasnya bias mencapai 1atau 100%. Sedangkan dari hasil uji statistik dari uji beda wilcoxon baik dari kontribusi retribusi pasar sebelum dan sesudah otonomi daerah dan tingkat efektivitas sebelum dan sesudah otonomi daerah tidak ada bedanya karena nilai asymp siq (2 tailed)>0,05=0,109>0,05.
Berdasarkan kesimpulan diatas penulis dapat mengajukan saran yaitu perlu adanya tindakan yang tegas dalam penerapan sanksi terhadap wajib retribusi pasar yang tidak taat dalam membayar retribusi,sebaiknya meningkatkan pengawasan, pembinaan dan evaluasi secara rutin terhadap petugas pemungut retribusi, hendaknya pemerintah daerah memberikan target kepada petugas pemungut retribusi pasar berapa besar tiap hari retribusi pasar yang harus disetorkan ke pemerintah daerah. Kalau petugas pemungut retribusi pasar tidak bisa memenuhi target yang telah ditetapkan sebaiknya pemerintah daerah memberikan sanksi yang tegas dengan cara mengancam diberikan denda, dalam menentukan target pendapatan daerah atas retribusi pasar sebaiknya didasarkan pada faktor-faktor dan kondisi yang mempengaruhi retribusi pasar, sebaiknya menambah sarana dan prasarana di pasar dan menertibkan kios-kios dan bedak-bedak yang ada didalam pasar, karena rata-rata yang digunakan menggunakan time series yaitu periode 3 tahun sebelum otonomi daerah dan 3 tahun sesudah otonomi daerah maka diusahakan untuk menambah periode penelitian supaya hasil lebih akurat.

 

Keyword : Retribution effectiveness analysis

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/212/jiptummpp-gdl-s1-2007-lidinurwah-10574-1.+Penda-n.pdf


Keywords


Retribution effectiveness analysis