ANALISIS KINERJA KEUANGAN ANGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) PADA PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK

Mergy Tri Astanti

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada Pemerintah Kabupaten Trenggalek dengan judul Analisis Kinerja Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada Pemerintah Kabupaten Trenggalek Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengukur perkembangan serta mengevaluasi kinerja keuangan daerah yang selama ini dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui bagaimanakah kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek dalam perolehan dan pengelolaan keuangan daerah menggunakan analisis rasio keuangan yang terdiri dari
rasio kemandirian, rasio efektifitas, rasio efisiensi, rasio aktivitas, Debt Service Coverage Ratio (DSCR), dan rasio pertumbuhan.
Dari hasil analisis rasio kemandirian dari tahun 2003-2006 adalah 4,13%, 6,45%, 5,89%, 5,69%. Hasil analisis rasio efektivitas dari tahun 2003-2006 adalah 108,14%, 123,43%, 120,49%, 86,81%. Hasil analisis rasio efsiensi dari tahun 2003-
2006 adalah 9,64%, 7,43%, 6,14%, 5,47%. Hasil analisis rasio aktivitas untuk belanja rutin dari tahun 2003-2006 adalah 70,65%, 69,66%, 70,81%, 73,16% sedangkan hasil analisis rasio aktivitas untuk belanja pembangunan dari tahun 2003-2006 adalah 29,35%, 30,34%, 29,19%, 26,84%. DSCR tidak dapat dihitung. Hasil analisis rasio pertumbuhan rata-rata dari tahun 2003-2006 untuk pendapatan adalah 51%, untuk
PAD adalah 56%, untuk Total Belanja adalah 53%, untuk belanja rutin adalah 49%, sedangkan untuk belanja pembangunan adalah 70%.
Dari hasil beberapa analisis rasio di atas Pemerintah Kabupaten Trenggalek kemandiriannya masih rendah, dilihat dari rasio efektivitas sudah efektif, dilihat dari rasio efisiensi sudah efisien, dari hasil analisis rasio aktivitas penggunaan dana APBD lebih banyak digunakan untuk belanja rutin. Sedangkan dilihat dari analisis rasio pertumbuhan menunjukkan laju pertumbuhan belanja lebih cepat dibandingkan dengan laju pertumbuhan rata-rata pendapatan tiap tahun. Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya meningkatkan pendapatan, dalam pengelolaan belanja daerah sebaiknya
pemerintah daerah lebih memperhatikan sektor pembangunan yang mempunyai multiple effect.

 

Keyword : Kinerja Keuangan; Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/212/jiptummpp-gdl-s1-2007-mergytrias-10587-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Kinerja Keuangan; Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)