ANALISIS PELAKSANAAN DAN PENGELOLAAN PEMERIKSAAN OPERASIONAL PADA PT. PLN (PERSERO) WILAYAH KALSEL DAN KALTENG

Syaripah Nurliani

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada Unit Internal Audit PT. PLN (Persero) Wilayah Kalsel dan Kalteng dengan judul ? Analisis Pelaksanaan dan Pengelolaan Pemeriksaan Operasional pada PT. PLN (Persero) Wilayah Kalsel dan Kalteng?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pelaksanaan pemeriksaan operasional yang dilakukan oleh internal auditor PT. PLN (Persero) Wilayah Kalsel dan Kalteng; dan untuk mengetahui bagaimanakah pengelolaan pemeriksaan operasional yang dilakukan Unit Internal Audit PT. PLN (Persero) Wilayah Kalsel dan Kalteng.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik analisis kualitatif yaitu dengan mendeskripsikan hasil penelitian untuk dibandingkan dengan teori yang relevan dengan kepustakaan sehingga akan didapat kesimpulan mengenai pelaksanaan dan pengelolaan pemeriksaan operasional pada PT. PLN (Persero) Wilayah Kalsel dan Kalteng. Tahapan yang dilakukan yaitu menganalisis pelaksanaan dengan melihat pada tahap persiapan, pengujian lapangan, dan penyampaian serta tindak lanjut. Sedangkan menganalisis penggelolaan dengan melihat pada kualifikasi internal auditor, rencana kerja pemeriksaan tahunan, kebijakan dan pedoman yang digunakan, pengelolaan dokumen pemeriksaan, serta pada pengendalian mutu.
Tahap Pelaksanaan pemeriksaan operasional oleh internal auditor PT. PLN (Persero) Wilayah Kalsel dan Kalteng sudah dilakukan sebagaimana tahapan yang ada pada standar pemeriksaan intern. Hanya saja, pada tahap pemeriksaan pendahuluan, internal auditor tidak melakukan kegiatan survey pendahuluan dan penelitian lapangan dengan penelitian secara langsung ke lokasi auditee, melainkan dengan telaah arsip latar belakang yang disebut pemeriksaan buril. Dalam pengelolaannya,internal auditor adalah pegawai penuh perusahaan dan mereka lebih mengenal perusahaan secara keseluruhan namun kurang pengetahuan atas standar pemeriksaan intern. Pengelolaan atas dokumen/ arsip pemeriksaan belum dikelola maksimal karena Unit Internal Audit belum mengikuti kebijakan yang ditetapkan perusahaan atas setiap dokumen yang disimpan. Dalam penilaian kinerjanya, Unit Internal Audit hanya melakukan self assesment, dimana seharusnya penilaian dari pihak eksternal sangat diperlukan untuk menjamin obyektivitas.
Dengan ini, sebaiknya Unit Internal Audit secara berkelanjutan terus memberikan pendidikan dan pelatihan secara merata kepada seluruh staf pemeriksa agar dapat meningkatkan pemahaman staff terhadap standar pemeriksaan intern. Selain itu, penilaian dari pihak luar sangat diperlukan agar pemeriksaan operasional yang dilakukan dapat benar-benar obyektif, misalnya diadakan setiap 3 tahun sekali.

 

Keyword : pelaksanaan, pengelolaan, pemeriksaan operasional

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/212/jiptummpp-gdl-s1-2007-syaripahnu-10590-01+PENDA-N.PDF


Keywords


pelaksanaan; pengelolaan; pemeriksaan operasional