PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN BIAYA PRODUKSI GUNA MENILAI EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS PADA PERUSAHAAN TEGEL CV. YUDISTIRA KEDIRI

Dinayana Kristian

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan pada perusahaan tegel CV. Yudistira Kediri dengan judul ?Penerapan Sistem Pengendalian Manajemen Biaya Produksi Guna Menilai Efisiensi dan Efektifitas Pada Perusahaan Tegel CV. Yudistira Kediri?.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang efisiensi dan efektifitas penerapan sistem pengendalian manajemen pada bagian produksi CV. Yudistira Kediri, mengidentifikasi masalah-masalah yang penting yang mungkin timbul sehubungan dengan pengendalian manajemen yang ada di dalam perusahaan, serta membantu mencari alternatif pemecahannya berdasarkan teori-teori yang ada.
Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi adalah dengan cara membandingkan antara anggaran dan realisasi biaya produksi pada tahun 2005 dengan cara sebagai berikut :
1.Analisis selisih biaya bahan baku
2.Analisis selisih biaya tenaga kerja langsung
3.Analisis selisih biaya overhead pabrik
Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa pada tahun 2005 elemen biaya yang mengalami selisih tidak menguntungkan adalah biaya bahan baku sebesar Rp.502.020 dari yang dianggarkan sebesar Rp.224.416.704 dan realisasinya sebesar Rp.224.918.724. Biaya tenaga kerja langsung mengalami selisih tidak menguntungkan sebesar Rp.271.000 dari yang dianggarkan sebesar Rp.49.213.500 dan realisasinya sebesar Rp.49.484.500. Sedangkan biaya overhead pabrik mengalami penghematan sebesar Rp.43.311 dari anggaran perusahaan sebesar Rp.60.677.500 dan realisasinya sebesar Rp.60.634.075. Berdasarkan analisis tersebut, selisih bahan baku disebabkan oleh fluktuasi harga pasar. Bahan baku yang mengalami kenaikan harga yaitu semen abu-abu naik Rp.625 per zak, pasir kasar naik Rp.500 per M3, pasir halus naik Rp.500 per M3. Sedangkan selisih tenega kerja langsung disebabkan oleh naiknya tarip upah pekerja di bagian tukang selep dan tukang pelamir masing-masing Rp.500 per hari. Penghematan biaya overhead pabrik terjadi karena para pekerja mempunyai keahlian yang cukup, sehingga untuk pemakaian bahan penolong yang sesungguhnya lebih hemat dari yang dianggarkan perusahaan.
Berdasarkan uraian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa sebaiknya dalam penyusunan anggaran tidak hanya berpedoman pada pemrograman saja, tetapi juga memperhatikan informasi-informasi mengenai kemampuan dan keterbatasan tenaga kerja maupun fasilitas-fasilitas yang tersedia. Perusahaan juga harus menganalisa lebih lanjut penyimpangan yang terjadi antara anggaran dan realisasinya agar sebab-sebab penyimpangan dapat diketahui dengan jelas sehingga tindakan koreksi dapat segera dilakukan.

 

Keyword : Biaya Produksi, Sistem Pengendalian Manajemen

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/208/jiptummpp-gdl-s1-2007-dinayanakr-10356-Pendahul-n.pdf


Keywords


Biaya Produksi; Sistem Pengendalian Manajemen