ANALISIS FUNDAMENTAL SEBAGAI DASAR UNTUK INVESTASI DI PASAR MODAL INDONESIA (STUDI PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG LISTING DI BEJ)

Hamid Hamid

Abstract


Fluktuasi harga saham dewasa ini semakin tajam, terutama setelah periode krisis moneter yang terjadi di Indonesia, sehingga akan dapat membingungkan para pelaku pasar modal dalam memilih saham mana yang akan memberikan keuntungan. Hal ini dikarenakan investasi di pasar modal dipengaruhi oleh pergerakan harga saham. Dua pendekatan yang digunakan dalam penilaian saham, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis fundamental merupakan pendekatan analisis harga saham yang menitikberatkan pada kinerja perusahaan. Sedangkan analisis teknikal hanya mempertimbangkan pergerakan harga saja tanpa memperhatikan kinerja perusahaan. Bagi investor yang memfokuskan diri pada investasi jangka panjang, maka akan sangat riskan untuk melakukan penilaian saham dengan analisis teknikal., karena validitas harga sangat tinggi dan fluktuasi harga tidak mencerminkan kondisi perusahaan atau aset yang sebenarnya. Untuk itu sebaiknya penilaian saham dalam kondisi yang tidak stabil dengan rentang waktu yang lebih panjang, digunakan analisis fundamental.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aplikasi penggunaan konsep analisis fundamental dalam menilai kinerja perusahaan makanan dan minuman go public yang diteliti dan untuk mengetahui perbandingan nilai rasio Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Net Asset Per Share (NAPS), Return On Equity (ROE), rasio likuiditas meliputi current ratio dan quick ratio, serta analisis leverage yaitu debt ratio dan debt to equity ratio dari masing-masing perusahaan makanan dan minuman go public yang diteliti, sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investasi oleh investor.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bermaksud membuat penyandraan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi tertentu. Alasan digunakan deskripsi, karena dalam penelitian ini memberikan gambaran mengenai keadaan dan prospek saham perusahaan makanan dan minuman go public yang tercatat dalam Bursa Efek Jakarta sebagai landasan dasar penentuan pengambilan keputusan investasi di Pasar Modal Indonesia. Peubah bebas dalam penelitian ini adalah (1) Tingkat Likuiditas meliputi : Current Ratio dan Quick Ratio, (2) Tingkat Profitabilitas Perusahaan meliputi : Return on Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS), (3) Tingkat Rasio Penilaian meliputi : Price Earning Ratio (PER) dan Net Asset Per Share (NAPS), (4) Tingkat Rasio hutang meliputi : Debt Ratio dan Debt to Equity Ratio dan peubah terikatnya adalah Kinerja Perusahaan.
Dari analisis fundamental yang telah dilakukan dengan menggunakan analisis Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Net Asset Per Share (NAPS), Return On Equity (ROE), rasio likuiditas meliputi current ratio dan quick ratio, analisis leverage yaitu debt ratio dan debt to equity ratio dan rata-rata harga saham selam tahun 2003-2005 pada lima perusahaan makanan dan minuman go public yang diamati dapat diketahui bahwa perusahaan yang memiliki fundamental terbaik adalah (1) PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, (2) PT. Cahaya Kalbar Tbk, (3) PT. Davomas Abadi Tbk, (4) PT. Tunas Baru Lampung Tbk, dan (5) PT. Suba Indah Tbk.
Jika ditinjau dari kelompok investor, yang terdiri dari (1) risk seeker, merupakan kelompok investor yang menyukai risiko, (2) risk averter, yaitu kelompok investor yang tidak menyukai atau menghindari risiko, (3) risk neutrality, yaitu kelompok investor yang netral terhadap risiko, maka pilihan perusahaan (1) Kelompok risk seeker akan memilih perusahaan yang memiliki pertumbuhan harga sahamnya tinggi dengan harapan akan menghasilkan capital gain, sehingga urutan perusahaan yang akan dipilih adalah PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, PT. Tunas Baru Lampung Tbk, PT. Davomas Abadi Tbk, PT. Cahaya Kalbar Tbk, dan terakhir PT. Suba Indah Tbk. (2) Bagi kelompok risk averter, akan senang pada pilihan investasi dengan risiko yang lebih kecil dengan tingkat keuntungan yang sama. Investor kelompok ini akan cenderung memperhatikan kinerja perusahaan dalam menghasilkan keuntungan, dari pada pencapaian harga saham. Urutan perusahaan yang akan dipilih untuk kelompok ini adalah PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, PT. Davomas Abadi Tbk, PT. Tunas Baru lampung Tbk, PT. Cahaya kalbar Tbk, dan terakhir PT. Suba Indah Tbk. (3) Kelompok risk neutrality adalah kelompok investor atau individu yang bersikap netral terhadap risiko. Kelompok ini mengharapkan kombinasi antara berbagai tingkat risiko dan keuntungan yang diharapkan, sehingga memberikan kepuasan yang sama kepada investor. Kelompok ini akan menggunakan analisis kinerja perusahaan dan pertumbuhan harga saham yang diperoleh perusahaan. Untuk kelompok ini maka urutan perusahaan yang akan dipilih adalah PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, PT. Cahaya Kalbar Tbk, PT. Davomas Abadi Tbk, PT. Tunas Baru Lampung Tbk, dan terakhir PT. Suba Indah Tbk.

 

Keyword : ANALISIS FUNDAMENTAL

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/208/jiptummpp-gdl-s1-2007-hamid02620-10359-PENDAHUL-..pdf


Keywords


ANALISIS FUNDAMENTAL