ANALISIS TINGKAT BUNGA, BESARNYA NILAI TAKSIRAN BARANG JAMINAN DAN JUMLAH KREDIT YANG DISALURKAN PADA PERUM PEGADAIAN CABANG KOTALAMA MALANG

Heny Putri Ratna Dewi

Abstract


Dengan bunga yang tidak terlalu tinggi, maka Perum Pegadaian mengharapkan agar masyarakat lebih banyak datang untuk memperoleh kredit yang cepat dan mudah (Kasmir, 2004: 233). Penentuan nilai taksiran barang jaminan ditujukan untuk meningkatkan pendapatan bagi Perum Pegadaian untuk menarik masyarakat menggunakan jasa gadai pada Perum Pegadaian dalam memperoleh kredit. Dimana Perum Pegadaian ini merupakan faktor yang sangat penting dalam kegiatannya membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya. Untuk memperoleh pinjaman dari lembaga ini prosedurnya sangat sederhana, cepat dan tidak sulit, berbeda dengan prosedur yang berlaku dikalangan perbankan yang sedikit rumit. Dengan mengingat motto Perum Pegadaian itu sendiri yaitu ?Mengatasi Masalah Tanpa Masalah?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan jumlah kredit yang disalurkan selama tahun 2002-2006, untuk menganalisis perkembangan tingkat suku bunga dan nilai taksiran barang jaminan golongan A, B, C dan D selama tahun 2002-2006. Dan untuk mengetahui hubungan antara tingkat suku bunga dan nilai taksiran barang jaminan dengan jumlah kredit yang disalurkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus yaitu jenis penelitian yang hasilnya hanya dapat diterapkan pada objek yang diteliti, dalam penelitian ini adalah Perum Pegadaian Cabang Kotalama Malang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis time series dan korelasi non-parametrik.
Berdasarkan hasil penelitian data dan pembahasan yang telah dilakukan oleh peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa: Perkembangan jumlah kredit yang disalurkan dan tahun 2002-2006 mengalami naik turun. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi serta kondisi perekonomian saat ini. Perkembangan tingkat suku bunga yang disalurkan selama tahun 2002-2006 mengalami penurunan dengan tingkat suku bunga yang tergantung pada tingkat SBI/BI Rate. Perkembangan nilai taksiran barang jaminan golongan A, B, C dan D selama tahun 2002-2006 mengalami peningkatan. Karena nilai jaminan yang mengikuti harga pasar, khususnya barang jaminan yang berupa emas. Tingkat suku bunga, nilai taksiran barang jaminan dan jumlah kredit yang disalurkan tidak mempunyai hubungan. Hal ini dibuktikan dengan besarnya nilai korelasi kendall.

 

Keyword : Tingkat suku bunga, nilai taksiran barang jaminan dan jumlah kredit yang disalurkan

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/208/jiptummpp-gdl-s1-2007-henyputrir-10366-PENDAHUL-N.pdf


Keywords


Tingkat suku bunga; nilai taksiran barang jaminan; jumlah kredit yang disalurkan