ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG GO PUBLIK

Akhyar Akhyar

Abstract


Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang berjudul Analisis Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Telekomunikasi Indonesia Yang
GO Publik .
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan perusahan Telekominikasi di Indonesia dengan menggunakan analisis rasio keuangan (rasio likuiditas,
rasio aktivitas, rasio leverage dan rasio profitabilitas). Sedangkan untuk mengukur sehat tidaknya kondisi perusahaan dengan menggunakan metode time series dan metode cross section. Selanjutnya mengkomparasikan hasil analisis untuk menilai kinerja perusahaan.
Dalam penelitian ini penulis dapat menggambarkan hasil dari penelitian pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk dilihat dari rasio likuiditas belum efektif karena belum mampu mengembalikan hutang lancar diluar persediaan. Sedangkan PT. Indonesia Satellite Corporation, Tbk dan PT. Infoasia Teknologi Global,Tbk masih belum efektif untuk membayar hutanglancarnya, ini bisa dilihat dari rasio likuiditas yang cenderung menurun dan itu menyebabkan banyaknya kas yang menganggur dan terjadi over likuid. Untuk rasio Aktivitas pada perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk sudah efektif dalam menggunakan aktiva tetap maupun jumlah aktiva, karena dari tahun-ketahun mengalami kenaikan dan untuk PT.Indonesia Satellite Corporation,Tbk dan PT. Infoasia Teknologi Global dilihat dari rasio aktifitas masih belum efektif meskipun terjadi kenaikan dari tahunketahun dan meskipun terjadi fluktuasi. Dilihat dari rasio leverage pada PT. Telekomunikasi Indonesia,Tbk dan PT. Infoasia Teknologi Global sudah sehat karena bisa dilihat dari total hutang yang harus dijamin dengan semakin menurun dan mengalami
peningkatan terhadap kemampuan dalam menghasilkan laba sebelum bunga dan pajak untuk menutup bunga, sedangkan untuk PT. Indonesia Satellite Corporation,Tbk kinerja keuangannya kurang sehat karena total hutang terhadap total aktiva terjadi fluktuasi.
Sedangkan untuk rasio profitabilitas PT. Telekomunikasi Indonesia,Tbk dan PT. Infoasia Teknologi GlobaL,Tbk kinerja keuangannya tidak sehat karena nilai profi margin menghasilkan laba bersih dari penjualan bersih karena menghasilkan laba bersih dari penjualan asset dan modal. Sedangkan kinerja keuangan PT. Indonesia satellite Corporation,Tbk dilihat dari rasio profitabilitas untuk profit margin dan return on asset sudah sehat karena pada tahun 2004 ke 2005 terjadi fluktuasi. Dari segi rata-rata industri,
PT. Telekomunikasi Indonesia,Tbk, PT.Infoasia Teknologi Global,Tbk dan PT.Indonesia Satellite Corporation,Tbk untuk rasio likuiditas jika dibandingkan dengan rata-rata industri
tidak sehat karena nilainya berada dibawah standar rata-rata industri, untuk perputaran jumlah aktiva sudah sehat pada PT.Telekominikasi Indonesia,Tbk dan PT.Infoasia Teknologi Globaldari rasio leverage PT.Telekomunikasi Indonesia tidak sehat pada total hutang terhadap total aktiva lebih tinggi dari rata-rata industri.
Berdasarkan kesimpulan diatas maka perusahaan harus lebih seefektif mungkin dalam penggunaan dana yang berupa pinjaman perputaran aktiva tetap dan pertambahan jumlah aktivanya dan harus lebih mengatur berapa bunganya agar biaya tersebut bisa lebihstabil atau bisa diminimalisasikan lagi.

 

Keyword : KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/211/jiptummpp-gdl-s1-2007-akhyar0162-10538-1.+Penda-n.pdf


Keywords


KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI