ANALISIS BIAYA KUALITAS UNTUK MENILAI EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI BIAYA KUALITAS PADA CV. CEMPAKA TULUNGAGUNG

DWI RATNA SARI

Abstract


Penelitian ini merupakan studi kasus pada CV. Cempaka dengan judul: ?Analisis Biaya Kualitas Untuk Menilai Efektivitas dan Efisiensi Biaya Kualitas Pada CV. Cempaka Tulungagung?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui efektivitas dari program peningkatan kualitas pada perusahaan dan efisiensi biaya kualitas yang telah dikeluarkan oleh perusahaan.
Analisis yang digunakan untuk mengukur biaya kualitas adalah dengan menggunakan pengukuran persentase biaya kualitas terhadap penjualan. Hasil analisis laporan biaya kualitas berdasarkan penjualan menunjukkan bahwa total biaya kualitas dari tahun 2002-2006 tidak lebih dari standar umum biaya kualitas 2,5% dari penjualan. Namun, perusahaan belum bisa mencapai standar kerusakan nol (zero defect) karena masih adanya biaya kegagalan internal dan eksternal. Meskipun demikian, ada kecenderungan perusahaan menuju zero defect dapat terlaksana karena persentase biaya kegagalan khususnya biaya kegagalan eksternal pada perusahaan relatif kecil.
Program peningkatan kualitas pada tahun 2002-2004 belum dilaksanakan secara efektif karena total biaya kualitas sebesar 0,616% (tahun 2002), 1,080% (tahun 2003) dan 1,004% (tahun 2004) tidak mampu mencapai tujuan perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk dan kepuasan konsumen yang ditunjukkan dengan kenaikan biaya kegagalan internal dan eksternal. Sedangkan pada tahun 2004-2006 program peningkatan kualitas telah dilaksanakan secara efektif karena total biaya kualitas sebesar 1,004% (tahun 2004), 0,685% (tahun 2005) dan 0,486% (tahun 2006) mampu mencapai tujuan perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk dan kepuasan konsumen yang ditunjukkan dengan penurunan biaya kegagalan internal dan eksternal.
Hasil analisis dari laporan biaya kualitas One Year Trend menunjukkan bahwa hanya pada tahun 2003 perusahaan belum mampu untuk mencapai efisiensi biaya kualitas dengan ditunjukkan adanya kenaikan total biaya kualitas terhadap penjualan dari 0,616% menjadi 1,080% dan adanya kenaikan biaya pengendalian sebesar Rp. 226.575.475,00 yang diikuti kenaikan total biaya kegagalan sebesar Rp. 11.558.450,00. Sedangkan untuk tahun 2004, 2005 dan 2006 menunjukkan bahwa biaya kualitas yang dikeluarkan perusahaan telah efisien dengan total biaya kualitas terhadap penjualan yang mengalami penurunan sampai sebesar 0,486% dan terjadi pertukaran antara biaya pengendalian dan biaya kegagalan sehingga terjadi varian yang menguntungkan bagi perusahaan secara keseluruhan.
Berdasarkan kesimpulan di atas, disarankan bagi CV. Cempaka untuk melaksanakan pengukuran dan pelaporan biaya kualitas agar dapat diketahui biaya kualitas yang telah dikeluarkan oleh perusahaan sehingga manajemen dapat memonitor dan mengendalikan biaya kualitas secara lebih baik agar tercipta efektivitas dan efisiensi biaya kualitas. Selain itu, diharapkan perusahaan lebih meningkatkan aktivitas pencegahan sebagai upaya peningkatan dan pengendalian terhadap kualitas produk agar dapat mencapai tingkat kerusakan nol sehingga tidak ada biaya kegagalan yang harus ditanggung oleh perusahaan.

 

Keyword : BIAYA KUALITAS, EFEKTIFITAS, EFISIENSI

 

Link Terkait : http://skripsi.umm.ac.id/files/disk1/214/jiptummpp-gdl-s1-2007-dwiratnasa-10651-01+PENDA-N.PDF


Keywords


BIAYA KUALITAS; EFEKTIFITAS; EFISIENSI